Gairah Sopir dan Majikan
Larasati membalas dengan suara yang melengking, penuh dengan keputusasaan yang tragis.
Arya melompat ke atas kap jip, berdiri tegak sembari mengangkat lencana Marunda tinggi-tinggi di bawah lampu sorot pelabuhan yang menyilaukan. Di sekelilingnya, ratusan supir Marunda mulai menyalakan lampu halogen fuso mereka, menciptakan lautan cahaya yang menelan bayangan Hamdan dan Larasati. Suara klakson truk yang menggelegar menciptakan ritme perang yang sesak dan membakar semangat para kuli aspal yang merasa dikhianati.
"Semua armada! Tabrak apa pun yang menghalangi jalan keluar! Malam ini, Marunda tidak butuh tanda tangan Swiss untuk menang!" teriak Arya lewat pengeras suara jipnya.