Panggil Aku Daddy
Malam ini, dengan ibu pergi, aku akan mendorongnya hingga dia tak bisa menahan diri lagi.
Aku mengetuk pelan dan melangkah masuk, memakai tank top paling kecil yang nyaris tak menutupi putingku yang mengeras dan rok pendek tanpa celana dalam di bawahnya. Memekku sudah basah hanya karena memikirkannya.
"Daniel?" kataku dengan suara lembut. "Bisa bicara? Ini penting."
Dia mendongak dari mejanya, mata gelapnya menyipit. "Sudah malam, Maya. Apa yang kau mau?"