Jenderal Naga
Chandra pun mengangguk kepala.
“Wah, kamu benar-benar Chandar. Benar-benar Dewa Perang. Kamu adalah pahlawan nasional. Kakakku pernah beberapa kali bicarakan kamu di depanku.” Yana tiba-tiba menjadi bersemangat. Dia berlari cepat ke arah Julius, lalu mengeluarkan penanya. Setelah itu, dia mengangkat roknya dan berseru, “Cepat, beri aku tanda tanganmu.”
Chandra merasa kesal sekaligus lucu. Tanda tangan? Dia bukanlah artis. Namun, Chandra tetap mengambil pena dari Yana dan membubuhkan tanda tangannya di rok putih Yana.
Hot Chapters