Dilema Istri Kedua
Terkadang jemarinya diketuk-ketukan di atas pahanya yang terbungkus jeans biru tua.
Bahkan, yang biasanya Bang Raka selalu menggodaku saat datang, kali ini tidak. Dia sudah terlihat sangat tegang dari pertama kali datang. Bak seorang pesakitan yang akan menerima vonis pengadilan. Padahal, dia hanya sedang menunggu jawaban cinta dari seorang Naya. Wanita berstatus janda yang sudah memiliki anak pula. Sementara dia, seorang bujangan, tampan juga mapan. Tapi anehnya, hatiku tetap saja ragu. Tak tau diri, bukan?
"Bagaimana, Nay?" Setelah lama saling bungkam, akhirnya pertanyaan itu meluncur juga dari bibirnya. Pertanyaan yang paling ingin kuhindari. Andai saja bisa.
Bab Populer