BURONAN
suara Rakha terdengar serak akibat tangisnya yang merebak.
"Kamu nggak salah! Aku yang salah! Aku yang bodoh! Aku cuma ingin memantaskan diri, berusaha menjadi seseorang yang lebih baik supaya nggak akan ada lagi yang mencela diriku di kemudian hari kalau sampai aku memang sudah ditakdirkan berjodoh sama kamu. Aku cuma malu, aku malu sama diri aku sendiri! Aku yang bahkan nggak bisa memberikan apa yang seharusnya aku berikan sama suami aku sendiri! Aku ini cuma wanita hina! Aku ini pezina! Aku ini pendosa, aku kotor, aku nggak pantas buat kamu," tangis Rania semakin tersedu-sedu. Bahkan Rakha bisa merasakan ke dua bahu istrinya yang berguncang hebat dalam pelukannya.