Istri Yang Menanti Sentuhanmu
Akhirnya aku melanggar sumpah ku sendiri yang mengatakan jika aku tidak akan menangis karenanya lagi, namun nyatanya saat ini aku justru terisak.
Benci, sakit, kesal, marah menjadi satu, mereka menyerangku bersamaan sehingga merobohkan pertahananku.
"Ampuni aku Mel." Ujarnya.
"Meski aku sudah memaafkan kamu tapi rasa sakit ini akan terus membekas di hatiku mas." Kutatap dia sendu.
Kami teridiam, tak ada kata yang keluar dari mulut kami, hanya sisa-sisa isakan yang mengudara.