Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.7K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Awas!” Dua penjaga langsung ngeluncur cepat, tapi Liora udah nyerang duluan. Dia lempar tombak energi ke arah mereka — tapi serangannya langsung hancur tanpa suara. Nggak ada ledakan, nggak ada suara benturan, cuma… sepi. “Apa-apaan ini?!” Liora panik. Bara ngelangkah pelan. “Mereka pakai medan sunyi. Semua getaran suara diserap.”
1.4K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

Sonic Resonance Form: bentuk awal dari fusion elemen Angin + Logam + Gravitasi, gelombang bunyi keras dan padat yang mampu menghancurkan struktur dan menyembuhkan jaringan saraf. “Sekarang... ayo nyanyikan perang kita!” Axel, Olivia, Catherine, dan Namira maju bersama. Letnan Alto memekik. “Hancurkan mereka!” Namun suara yang muncul bukan ledakan… …melainkan musik perang. ...
102.5K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

Pasalnya, suara keras itu justru gambaran dari keadaan yang makin berbahaya. “Itu suara apa, Can? Apa bom yang dilempar para Patriot untuk membunuh para zombi?” Siti menatap Candra dengan sorot mata takut. “Mungkin itu ledakan gas,” terka Candra. “Suaranya seperti di rumah sebelah.” Candra mengangguk pelan.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
LANGIT penuh MELODY

LANGIT penuh MELODY

Melumat dan menarik tiada henti, gairah yang terpendam kini mulai tersulut api yang membuat keduanya mulai terbakar. Langit tentu tak tinggal diam dengan serangan Melody yang begitu agresif, bahkan wanita itu sedikit demi sedikit menggesekkan miliknya pada senjata ampuh Langit yang mulai mengeras. Jemari lelaki itu memberantakkan rambut Melody, dan tak lelah melumat bibir indah itu. “Kamu adalah milikku,” bisik Langit mengusap bibir Melody yang mulai membengkak akibat ulahnya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Suara kicauan burung kian terdengar, tepat ketika sang fajar menyapa. Saat itu, Laila sedang menjemur pakaian. Penampilannya sangat semrawut. Mata sembab dan seolah tidak punya rasa semangat lagi.
637 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
Let Me Go

Let Me Go

aku spontan memejamkan mataku saat terdengan suara bentakan Kei yang cukup keras. Tanpa sadar air mataku menetes. Aku masih memberanikan diri menatap matanya yang sudah memerah menahan emosi. “Aku cuman mau memperjelas masalah ini. Aku nggak mau kamu salah paham kayak gini.” jelasku lirih sambil menangis. “A—ku— Bukannya aku nggak bisa percaya sama kamu. Tapi ada hal-hal yang memang aku simpan buat aku sendiri.”
2.7K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
KAU HANCURKAN HATIKU, KUHANCURKAN ISTANAMU

KAU HANCURKAN HATIKU, KUHANCURKAN ISTANAMU

Tangan gemetar ketika membuka pesan dari Atikah, klik. [Apa kubilang, Azzam itu tidak sebaik yang kau kira Clarissa. Lihat sekarang, air susu dibayar dengan air tuba,] [Aku sudah mengingatkanmu berulang kali agar selalu waspada dan selalu memperhatikan Azzam. Lihat sekarang, ya Allah, Risa!]
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 357 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
Black Light

Black Light

Lucifer makin kuat memaju-mundurkan kemaluannya, tertantang dengan rintihan Mara. “Aaaahh… aah.. tuanku memang yang terbaik dalam permainan ini… sshhh…” “Yah, sshhh… tentu saja…” Jawab Lucifer dalam desahannya. “…semua ini demi golongan kita, ouhhh… aku harus menabur banyak benih untuk menambah kekuatan pasukan kita…” “Ssshhh… ahhh… lebih kuat lagi demi kejayaan golongan kita… aaahhhh…”
104.0K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

"Mumpung sudah terjadi, Ginos, aku akan mengatakan yang sebenarnya." "Kakak Ipar selalu menindasku. Dia menyebarkan skandal kalau aku sebagai pelakor dan hampir menghancurkan karierku. Dia selalu memarahiku, mendorongku jatuh dari lereng bukit dan menghasut penggemar untuk membunuhku..." "Aku juga manusia. Aku merasa tidak nyaman dan marah, jadi aku sengaja mengucapkan kata-kata itu untuk menyinggungnya."
17.2K viewsCompletedAdded to Library 430 Times as lirik louder than bombs
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status