Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri yang Tak Dihargai

Istri yang Tak Dihargai

Ia terus merangkai pesan-pesan yang terdengar sopan namun cukup menggoda, menyisipkan pujian-pujian kecil yang membuat Alma merasa dihargai secara personal, bukan sekadar sebagai anggota keluarga besar Abigail. Selama beberapa hari setelah pertemuan mereka di The Elora Prime, Athar terus menjaga komunikasi dengan Alma melalui media sosial dan pesan pribadi. Ia selalu menggunakan ponsel Reza, dengan alasan ponselnya sedang rusak. Reza sempat bertanya, “Lo ngapain sih tiap hari mantengin hape gue? Jangan-jangan nyari cewek?” Athar hanya tertawa dan menjawab singkat, “Ada urusan penting aja, Rez. Santai.”
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

jelasnya. Naina mengangguk pasrah. “Iya, Oma.” “Nanti kita pakai metode yang sedang trending sekarang. Apa sih namanya? Yang biasa digunakan artis-artis itu loh.” Oma Hira tampak berpikir keras terlihat dari keningnya yang mengerut dalam. “Metode eracs,” sahut Naina. “Nah, iya, itu namanya. Katanya bisa lebih mempercepat pemulihan.”
10211.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
CEPAT PULANG, PA! MAMA JADI SETAN!

CEPAT PULANG, PA! MAMA JADI SETAN!

Reza mengerjap beberapa kali, menoleh kembali ke jenazah Sinta. Diam. Tak bergerak. Dia menelan ludah. "Tidak... Tidak apa-apa," jawabnya pelan, meski tubuhnya masih sedikit gemetar. Arman menatapnya dengan curiga, tapi tidak bertanya lebih lanjut. Reza menarik napas dalam-dalam. Mungkin... dia hanya berhalusinasi? Hujan turun perlahan, membasahi dedaunan yang bergoyang tertiup angin. Langit abu-abu seakan ikut berduka, mengiringi suasana suram di rumah keluarga Arman.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ia memperkenalkan diri — namanya Reza, fotografer lepas yang sedang menyiapkan pameran tentang ‘cahaya dan kenangan’. Saat berjalan mengelilingi ruangan, ia berhenti di depan foto besar di dinding. “Yang ini… luar biasa. Siapa yang memotretnya?” “Yudha Ardi,” jawab Laras. “Teman lama Rani. Foto itu diambil bertahun-tahun lalu. Katanya, itu langit tempat mereka terakhir berjanji akan saling mengingat.” Reza menatap foto itu lama, lalu berkata pelan, “Lucu ya… kadang langit bisa lebih setia daripada manusia.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

bisik Pram di telinga Tari. ## Sahabat Leva Lorich, jangan lupa mampir ke karyaku satunya lagi ya. Judulnya : Memberi Jatah Para Pewaris Cantik. Semoga Terhibur!##
1059.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Yang aku pedulikan hanya acar yang dibuat Ibu untukku. Air mataku jatuh ke lantai, lalu aku berlutut di depan tempat sampah dan mulai mengambil acar itu satu per satu. Dion langsung panik dan berusaha menarikku agar berdiri. "Ngapain sih kamu? Kamu 'kan sedang hamil!" Mata Vivian berkilat sesaat. Dia segera menghampiri dan ikut berjongkok di sampingku.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Di akhir sesi, Rendra disuguhkan segelas jamu beras kencur hangat dengan campuran madu dan telur bebek. "Resep turun-temurun biar imunitas Mas nggak ambruk saat resepsi nanti," kata sang terapis. Setelah semua prosesi itu selesai, Rendra merasa tubuhnya jauh lebih ringan. Saat ia mengenakan bathrobe dan berjalan menuju cermin, ada aura berbeda yang terpancar. Wajahnya yang biasa tegang karena urusan pekerjaan, sekarang tampak lebih tenang dan bersih.
10747 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
Cinta Kita Sudah Punah

Cinta Kita Sudah Punah

Kemudian, dia langsung menutup telepon tanpa menunggu wanita dalam video itu angkat bicara. “Dia begitu beruntung dalam hidup ini dan nggak terjadi apa-apa padanya. Cuma penyakit lamanya saja yang kambuh. Biarkan saja selama beberapa hari. Nanti dia juga akan sadar sendiri.” Hatiku terasa begitu sakit dan bergetar saat mendengar kata-kata yang teramat dingin dan hampir tidak manusiawi, yang terucap dari mulut suamiku. Pria yang berbagi ranjang denganku itu bahkan tidak tahu apakah orang yang ada di layar itu benar-benar diriku atau bukan.
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
Suamimu Masih Mencintaiku

Suamimu Masih Mencintaiku

Kadang, kita harus melepaskan agar bisa bertahan. Kami duduk di kursi pesawat. Dr. Melisa memahami aku ingin sendiri. Ia memberikan headset, membiarkanku larut dalam alunan lagu yang entah kenapa... begitu mencabik perasaanku. {Ku tak ingin dibenci, ku tak ingin ada caci…} Lirik itu menamparku. Lagu dari Alika itu seolah tahu betapa berat langkah yang sedang kutempuh.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
Aku Tak Lain Hanyalah Tamu

Aku Tak Lain Hanyalah Tamu

Sebuah selfie manis bersama Jason di konser Ethan. "Aku lepaskan semua kenangan demi restui cintamu. Tapi tetap tak ingin percaya... kalau ini takdir." Lagu itu terus bergema seakan mengejek diriku sendiri. Karena bahkan saat datang ke konser tadi, aku masih menyimpan sedikit harapan untuk Jason. Namun kini, bahkan sisa harapan itu pun benar-benar musnah. Perceraian ketujuh kalinya.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai lirik reza artamevia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status