Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

] Di tengah kegelapan malam, tiga baris pesan yang berderetan di layar itu tampak makin lucu saat terus dipandangi. Tiba-tiba, aku merasa semua ini begitu tidak berarti. Seakan-akan, obsesi yang kupendam di lubuk hati selama lima tahun ini, mendadak luruh begitu saja hanya karena tiga kalimat ini. Aku menyeka air mataku. Jemariku mengetik beberapa kata di layar, lalu mengirimkannya. [Oke, aku akan melakukannya.] Setelah berpikir sejenak, aku menelepon ibuku.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Yoga pun berkata dengan nada putus asa, "Lily, kamu masih mau menjaga di sisi ranjangku, itu pasti karena kamu masih mencintaiku, 'kan? Semua masalah yang terjadi karena kesalahanku. Aku akan berubah. Sungguh, aku akan berubah." "Kamu nggak suka Nadine, 'kan? Mulai sekarang, dia nggak akan pernah lagi muncul di hadapanmu, oke?" Yoga menatap Lily dengan penuh kerinduan, berharap Lily akan mencintainya seperti sebelumnya. Lily menundukkan pandangannya saat mendengarkan kata-kata Yoga. "Yoga, kapan kamu akan mengerti kalau orang yang benar-benar nggak ingin aku temui itu kamu?"
9.4K viewsCompletedAdded to Library 365 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
Sekalipun Kembali, Hatiku Tetap Pergi

Sekalipun Kembali, Hatiku Tetap Pergi

“Aku ingin meminta lagu ‘Kembali ke Masa Lalu’, kembali ke tiga tahun lalu, Martin Sutanto tidak akan pernah putus dengan Desi.” Seluruh penonton bersorak, merayakan cinta mereka. Hanya aku yang menangis. Saat sesi permintaan lagu berikutnya, aku melihat wajahku yang berlinang air mata muncul di layar lebar. “Aku juga akan meminta lagi ‘Kembali ke Masa Lalu’, kembali ke masa lalu aku tidak akan pernah menerima lamaran Martin.” Sebelum aku sempat menyelesaikan kata-kataku, ponselku berdering.
6.2K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
Menunggu Masa Idah

Menunggu Masa Idah

Sumpah, penasaran sama kalian yang sekarang. Sebaris pesan itu dikirim salah satu teman Laila di grup. Teman-teman yang lain ramai menanggapi. Ada yang menginginkan bertemu bulan depan, ada yang bilang ikut yang lain saja, tapi banyak juga yang bilang sibuk sehingga tak yakin bisa mengadakan acara reuni.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
3 Minutes With You

3 Minutes With You

Dia menyetel stand mic dihadapannya. Kael berdeham, “Ini lagu yang belum pernah aku nyanyin di mana pun. Jadi, kalian sangat beruntung karena menjadi pendengar pertama.” Teriakan histeris para penggemarnya kembali pecah. “Judulnya Three minutes with you.”
4.5K viewsCompletedAdded to Library 136 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

But she wears short skirts, I wear T-shirts She's cheer captain and I'm on the bleachers Dreamin' 'bout the day when you wake up and find That what you're looking for has been here the whole time. Mawar bernyanyi dengan lirik yang berlepotan dan suara yang membuat telinga insecure. Can't you see that I'm the one who understands you? Been here all along, so why can't you see You belong with me Standin' by and waitin' at your back door
1026.0K viewsCompletedAdded to Library 961 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
Rahasia Nara

Rahasia Nara

Paragraf 20 Kepalaku mengangguk sambil memejamkan mata. Dengan telinga yang berfokus pada setiap kata dari lirik lagu boyband ViCall yang berjudul “Samudera Luka”, kubayangkan skenario terburuk di dalam pikiran sendiri. Berkisah tentang seorang wanita yang ditinggal mati kekasih hatinya. “Hmm…. Hmm.. Naa… Hmm…” aku berdehem mengikuti melodi piano dan gitar yang menggiring lagu berdurasi 3 setengah menit tersebut.
965 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Bila kau sanggup untuk melupakan dia Biarkan aku hadir dan menata Ruang hati yang telah tertutup lama Jika kau masih ragu untuk menerima Biarkan hati kecilmu bicara Karena kutahu 'kan datang saatnya Kau jadi bagian hidupku Kau jadi bagian hidupku Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya Walau harus menunggu 1000 tahun lamanya Biarkanlah terjadi wajar apa adanya Walau harus menunggu 1000 tahun lamanya Selama apapun itu Aku 'kan setia menunggu Kau jadi bagian hidupku Kau jadi bagian hidupku Nazwa mengerjapkan matanya sembari melayangkan pandang ke luar jendela. Mengapa seolah lirik lagu ini merupakan pesan untuknya? Atau memang iya? Nazwa mendesah sekaligus mengembuskan napas, karena bingun
6.3K viewsOngoingAdded to Library 245 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
Wait At 24

Wait At 24

Semuanya jatuh, termasuk semangatku yang memuncak saat mendengar suaranya dan berharap itu adalah jawaban penantianku. " Setahun lagi. Kamu bisa nunggu? Mungkin saat itu kamu udah tidak 24 tahun lagi. kamu pasti mau nunggu kan? " Kalimat terakhir yang dia ucapkan tanpa respon lanjut dariku. Aku hanya menyimpan handphone di tanganku tanpa menutupnya dan memandangi cermin di meja riasku dan bertanya pada Tuhan apa yang akan terjadi selanjutnya. "Tuhan, kau datangkan semuanya secara bertubi-tubi dan kau hilangkan mereka lagi dengan kemauanmu."
103.4K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as lirik wait a minute
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status