Perempuan Yang Kalian Remehkan
Dan kali ini, aku tidak akan lagi meminta izin siapa pun.
Hari itu langit sore berwarna keemasan. Di ruang keluarga rumah besar keluarga Baskara, aroma teh melati bercampur dengan wangi kue-kue mahal memenuhi udara. Nyonya Ratna duduk anggun di kursi empuk, ditemani beberapa sahabat sosialitanya. Mereka adalah wanita-wanita kelas atas yang terbiasa berbalut perhiasan berkilau, dengan topik pembicaraan yang selalu sama: siapa yang sukses, siapa yang gagal, dan siapa yang harus dijadikan bahan gosip berikutnya.
Gelak tawa meledak ketika salah satu dari mereka, Bu Mira, menirukan gaya bicara menantunya yang manja. “Bayangkan saja, setiap kali belanja, dia bilang, Mama, yang ini terlalu murah.”
Hot Chapters