Cinta Dalam Sangkar Rahasia
Lalu, dengan suara paling lembut, ia berbisik:
“Makanya kita nikmati sekarang. Detik ini. Kamu, aku, teh, dan bintang.”
Averine menghela napas panjang, dan sedikit demi sedikit ketegangannya larut dalam pelukan itu. Ia meletakkan cangkir di sisi balkon, lalu menyandarkan kepala ke dada Darian. “Kamu tenang banget. Gimana caranya?”
“Karena aku pernah kehilangan momen kayak gini, dan nyeselnya nggak habis-habis. Sekarang aku belajar—satu-satunya cara untuk tetap punya kenangan, adalah dengan hadir penuh di saat itu.”
Bab Populer