Wanita Berhati Baja
“Salah!”
“Jadi?”
“Waktu senja, waktu tua. Anak kecil bisa melihat senja, tapi ia bisa mati sebelum usia senja. Karena itu, jangan terlalu merisaukan masa depan. Jangan! Kamu tak akan tahu, kamu bisa sampai ke masa itu atau tidak. Pikirkan masa kini, kamu hidup di masa ini. Manfaatkan sebaik-baiknya, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.” Ia bangkit untuk duduk, memandangku lekat. “Kamu bisa seperti ini terus, menikmati senja dalam kedamaian. Penuh keindahan. Dan aku—,” ia menebah dada, “aku akan menghujanimu dengan cinta. Kamu akan bahagia bersamaku, Laras. Percayalah!”
Hot Chapters