Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.1K viewsOn holdAdded to Library 164 Times as look here
Read
+Library
ALASKA

ALASKA

Kesal Azka lagi. “Iya udah, ayok. Tapi gimana gue mau kasih ke mereka? Sedangkan ATM dan rekening aja gak punya,” lirih Alaska lagi. “Yaelah lo Alaska! Kan kita bisa lewat orang yang badannya gede tadi, atau lo telpon nyokap lo di kampung, buat kasih tau ke lintah darat itu, kirimin nomor rekeningnya ke gue!”
104.4K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as look here
Read
+Library
YOU

YOU

Sambil menunggu kedua orang itu tiba, Aluna mengeluarkan smartphone hitam miliknya dari saku gamis, membuka aplikasi Line untuk menghubungi Dira. AlunaOcean Diirrr, gue udah sampe. Nanti lo langsung masuk aja ya, gue duduk di bangku pojok, lumayan rame soalnya di sini. Andiradira Oke, gue sebentar lagi sampe.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as look here
Read
+Library
Exit

Exit

Aku tidak menginginkan itu, terlebih April yang mengetahui semua seluk beluknya. Detik selanjutnya baru berjarak empat langkah, satu anak yang berdiri di tralis pembatas menolehkan kepala cepat, menatap aku, April, dan Laura. Sepertinya ia menggunakan indra ke enam, bagaimana mungkin bisa sepeka itu. Diikuti beberapa kepala di sisinya yang ikut menoleh. Ayolah, aku benar-benar tegang. Ini sudah seperti adegan cerita zombie saja, ibaratkan aku, April, dan Laura adalah manusia normal yang datang mendekati kawanan zombie. Mencium aura kami, mereka langsung saja memutar kepala, menatap seakan kami santapan paling sedap, siap menerkam. “Woi itu April.” Satu anak pertama yang melihat kami tadi sek
102.8K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as look here
Read
+Library
Back To Home

Back To Home

BAB 2 What is Life? “Nanda dan Fatih tadi kesini Nin. Mereka boleh mampir sore ini?” Aku mengangguk mendengar pertanyaan Mas Andy. Ah, dua dari sebagian orang yang ingin kembali, lagi. Diujung meja makan, kini dihiasi oleh keberadaan sosok yang sebelumnya tidak ada. Diam, menunggu dengan pasti untuk melihatku bereaksi.
673 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as look here
Read
+Library
Look At Me!

Look At Me!

Cukup ramai juga meskipun bukan hari libur. Clarissa masuk dari satu toko ke toko lainnya. Tidak membeli, hanya melihat-lihat barang yang menarik dan lucu. Kebanyakan dia akan belok di toko pakaian atau aksesoris dan pernak-pernik cewek. Adimasta mengikuti saja ke mana Clarissa pergi. Lalu sampai di sebuah toko pakaian anak muda, Clarissa masuk. Dia melihat deretan kaos dan hoodie yang unik. Juga celana yang lagi digemari sekarang.
9.938.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as look here
Read
+Library
Help Me

Help Me

Seluruh bagian terlihat normal saat ini, terkecuali sebuah tong besar yang terletak di dekat panggangan daging. Violence dapat melihat percikan warna merah di tong biru tersebut. Terlihat pula satu buah pakaian yang entah milik siapa diletakaan secara berantakan di atas tutup tong yang sedikit terbuka dan jika diamati lebih dekat lagi, beberapa helai rambut mencuat keluar dari tong besar itu.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as look here
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Ans18prend95
Ervin masih menatap kosong pada layar televisi yang menampilkan daftar layanan yang disediakan hotel dan ke mana ia bisa menghubungi jika membutuhkan layanan mereka—fitur otomatis yang langsung nyala begitu card key dimasukkan ke dalam tempatnya di dinding dekat pintu untuk mengaktifkan electricity di dalam kamar. Tiba-tiba indra pendengarannya menangkap suara percakapan dari depan pintu. “Lagi apa Arla? Nelepon orang? Atau ada orang yang ngajak dia ngobrol?”
1039.0K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as look here
Read
+Library
LORO

LORO

Lalu ikut terlep di atas lantai dingin yang membisu. * Ps. sudah masukkan dalam koleksimu? belum? tambakan dong lol.... terimakasih sudah baca dan tulis sajalah diriku!
9.79.9K viewsCompletedAdded to Library 378 Times as look here
Read
+Library
Choice

Choice

Dia sampai di depan bilik ruangan yang tertera angka tujuh berwarna hijau tua. “Ini tempatnya. Bila mau pesan makanan dan minuman, bisa tekan bel saja. Staff kami akan langsung datang.” “Terima kasih.” Pramuria wanita itu undur diri. Reihan menghembuskan napas perlahan, menyiapkan diri menemui wanita rekomendasi Tante Silva. Dia menggeser perlahan pintu bilik. Matanya bertemu dengan mata wanita yang tengah duduk di ruangan itu.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as look here
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status