Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ME AND YOU

ME AND YOU

balas Miura Diamentri jujur dan menatapi mata Jim yang berwarna biru terang. Jim tersenyum lembut, ia melayangkan kecupan halus di bibir Miura Diamentri hingga ke arah leher. "Udah ah, jangan mengoda aku terus. Sana makan!" perintah Miura Diamentri yang menolak ciuman Jim yang selalu mengoda batinnya, "Padahal aku ingin sekali memakan dirimu," bisik Jim yang di lototi oleh Miura Diamentri.
1036.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

Satu hal pun tak mampu memalingkan mataku darinya. Riuhnya kelas tak mampu mengusir ketajaman telinga ini terhadap suaranya. Rambutnya yang pirang sesekali diurai sepoinya angin dari jendela kelas. Dari celah itu, aku mampu melihat siluet senyumnya dengan mata penuh, tanpa halangan. Kami belum bertemu secara resmi di hari pertama ini. Wajahnya tiba-tiba membulat di seluruh bola mata. Memenuhi pupil yang belum terisi cahaya sepenuhnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
I Can See You

I Can See You

“Biarkan aku ikut dan melihat sendiri bagaimana kalian melakukan sesuatu terhadap tubuh gadis ini.” Mereka saling berpandangan, seolah mencari kesepakatan satu sama lain melalui tatapan itu. “Baik. Ikutlah dengan kami.” Bersambung.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
Look and Love me, please!!

Look and Love me, please!!

Dari tatapan meremehkan kini pandangan nya berubah menjadi benar- benar marah. Myli mencoba membuka mata nya dan menatap langsung mata Louis Alexander yang berada di depannya. "Tatapan itu." Batin Myli. Myli tau tatapan yang di berikan Louis Alexander adalah tatapan tak suka. Semenjak orang tua Myli bunuh diri semua teman yang dulu bersama Myli berubah dan menatap Myli seperti tatapan Louis Alexander berikan padanya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
Lihat Aku, Suamiku!

Lihat Aku, Suamiku!

Lalu tak lama dia tertawa keras dengan tatapan yang kosong. Gani tersentak kaget saat melihat kondisi Mahira. "Mahira-Mahira!" Gani menepuk pelan pipi Mahira saat tatapan Mahira masih kosong. Gani menangkup pipi Mahira dan mengelus pipi Mahira dengan ibu jarinya "Mahira ... tatap saya!" Gani berusaha menyadarkan Mahira dari tatapan kosongnya. Tak lama Mahira mengerjap, dia telah mendapatkan kesadarannya.
1043.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
Help Me

Help Me

Suara ketukan yang diketukkan di kaca itu memenuhi seisi rumah dengan tempo ketukan yang terdengar semakin cepat, begitu pula dengan jejak telapak tangan terbuka yang di tinggalkan di kaca rumah seseorang, semakin banyak hingga menimbulkan retakan kecil di sana. Wajah pria asing itu terlihat semakin pucat, berulang kali pula ia menoleh ke arah sisi yang sama seakan orang yang melukai dirinya sudah menemukan keberadaannya dan berada di dekatnya. Mimik wajah yang seolah menjerit meminta tolong membuat Violence merasa iba.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

Sedikit kesal seseorang kembali berkata, “singkirin tangan lo dan buka mata.” Sedikit mengintip dari celah-celah jarinya sebelum Ica menyingkirkan tangannya dari tempat semula. Pria yang sedari tadi ia cari-cari ke sana kemari hingga membuatnya kewalahan, tapi apa sekarang? Dia mendatanginya sendiri? Benar-benar menakjubkan. Ica menggeleng-gelengkan kepala dan memasang ekspresi takjub. Haruskah Ica kebingungan mencarinya terlebih dahulu baru dia akan datang dengan suka rela? Huh menyebalkan.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
Please Me, Dear Boss

Please Me, Dear Boss

Jam di dinding menunjukkan pukul lima sore. Kantor mulai sepi. Kanaya kembali fokus pada layar komputernya. Jemarinya menari cepat di atas keyboard, pikirannya terpusat penuh pada angka dan laporan. Kacamata bertengger di batang hidungnya. Sesekali ia memejamkan mata, mengusap elipisnya saat layar terasa terlalu menyilaukan. Beberapa menit berlalu.
10851 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

Layar kacamata emas itu masih menampilkan visual tiga dimensi Mila yang sedang gelisah di lorong rak, tapi dorongan adrenalin di nadiku menuntut sesuatu yang lebih nyata daripada sekadar proyeksi digital. Aku melepaskan kacamata itu, menyeringai menatap pantulan diriku yang kerempeng namun penuh kuasa di cermin ruang kerja. Unit penthouse ini terasa terlalu sunyi. Aku butuh melihat langsung bagaimana pelayan baruku itu gemetar di bawah tatapanku di tempat umum.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
See in The Dark

See in The Dark

Apakah pemuda di depannya ini adalah hantu, atau intensitas ingatan seseorang yang tetap bertahan menunggu sesuai janji. “Kamu ingat aku.” Mata biru pemuda itu bersinar, seperti jiwa yang merasuk dan membuat bagian itu terlihat tambah hidup. Jemari Alden kemudian terulur, menyentuh kulit Kyra. Hampir gadis itu terlonjak sebab kaget.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai look me in the eyes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status