Serenade Cinta Dibawah Bintang
Di tangan kirinya, sebuah pulpen yang sempat mati suri selama beberapa minggu terakhir.
Perlahan, ia mulai menulis bait baru. Kali ini, bukan tentang harapan, bukan tentang cinta, tapi tentang kehilangan. Tentang rindu yang tidak tahu lagi harus menuju ke mana. Tentang dua orang yang pernah saling menemukan, lalu perlahan saling kehilangan arah.
"Kita pernah jadi dua nada yang utuh,
Lalu berubah jadi bisu di antara jeda."