Resep Rahasia Sang Pecundang
”
Amplop cokelat itu terlepas dari genggaman Luna, melayang sesaat di udara pengap sebelum mendarat tanpa suara di atas lantai yang berdebu.
Sebuah artefak dari dunia yang tidak lagi ia pahami, kini tergeletak di antara mereka seperti batu nisan bagi kepercayaan mereka. Luna tidak membungkuk untuk mengambilnya. Ia hanya menatap Radit sekali lagi, tatapan yang mengandung serpihan kekecewaan, ketakutan, dan sebuah kesedihan yang begitu dalam hingga Radit merasa seolah ia sedang menatap ke dasar samudra.
Lalu, tanpa sepatah kata pun, ia berbalik dan melangkah keluar, menghilang ke dalam cahaya malam kota yang kejam, meninggalkan Radit sendirian di dalam makam ciptaannya sendiri.
Bab Populer