Istri Pilihan Mama
"Tampar saja aku, Aleta! Tampar aku seperti yang papamu lakukan kepadaku. Jangan cuma pukuli aku! Percuma. Semua yang kamu lakukan padaku, kuanggap sudah impas dan sepadan.
Kita memang bersama selama lima tahun, tapi selama itu pula kita tidak pernah mendapat restu dari ibuku. Aku sudah mengatakan apa alasannya sama kamu, bukan? Apakah aku harus mengatakannya sekali lagi? Jawabanku tidak akan pernah berubah. Tetap sama. Hubungan yang dilandasi tanpa restu akan sangat sulit dijalani. Mungkin orang lain bisa saja menjalaninya, tapi aku nggak bisa.
Aku sangat menyayangi ibuku. Hanya Mama yang aku miliki. Dan tanpa restu dan tanpa kebahagiaannya, aku yakin hubungan ini tidak akan pernah bahagia.