Tumbal Purnama
“Aku bisa mengembalikan semuanya. Hidupmu akan sempurna. Tidak ada lagi kutukan, tidak ada lagi kehilangan. Yang perlu kau lakukan hanyalah menyerahkan medali itu padaku.”
Lila memandangi bayangan-bayangan itu, terutama Arga yang tampak begitu nyata. Air mata mengalir di pipinya saat ia teringat semua momen bahagia bersama mereka. Tetapi kemudian ia melihat lebih dekat—mata mereka kosong, tidak ada kehidupan di sana.
“Tidak,” katanya dengan suara tegas. “Mereka mungkin tampak seperti orang-orang yang aku cintai, tetapi mereka bukan nyata. Aku tidak akan menyerah pada tipu dayamu.”
Hot Chapters