Bos, Kamu Terlalu Panas
Andi tersenyum lalu menyentuh sisi dalam paha Zaneta dan menariknya kembali ke kasur.
“Sayang, ambilkan aku air, aku haus, ummmh ....”
Zaneta masih menelepon dan mulutnya sudah dikulum oleh Andi, tubuhnya yang telanjang kembali ditindih. Andi menekan pahanya dan terus menerjang dengan kasar.
“Aaah, sayang, aaah, aku masih menelepon klien, aaah.”
“Zanet sayang, aah, ah! Puaskan aku lagi!” Andi sangat puas dan terus menekannya hingga Zaneta memeluknya erat sambil memohon padanya.
Hot Chapters