Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Berharap untuk mengakhiri diskusi tentang kesehatannya, dia menambahkan, “Kadang-kadang, aku merasa pusing. Seperti mabuk, tetapi hanya beberapa detik, dan tampaknya semakin jarang terjadi. Beberapa gelas bir lagi dan aku bahkan tidak akan menyadarinya.” Seolah diberi isyarat, Kalinda kembali membawa minuman mereka, senyumnya mencerahkan fitur-fitur halus di wajahnya yang kecokelatan. “Longboard Lager untukmu, Khaled. Itu nomor empat puluh tiga di tangga. Stella untukmu, Eric. Nomor dua puluh lima. Dan Budweiser untukmu, Jack. Masih nomor satu.” Jack meraih birnya.
102.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 82 Beses bilang ludah kental
Read
+Library
Pangeran, Aku Bukan Istrimu

Pangeran, Aku Bukan Istrimu

Lea mengangguk. “Mereka pasti hebat sekali sampai terpikirkan ide seperti itu. Aku tidak menyangka air sungai ternyata bisa ditampung." Luz tertawa kecil sambil menuang minuman ke dalam gelas. Heba menyebut minuman itu namanya heqet kemarin, yang menjadi biang Rasui mabuk. Lea sudah mencicipinya sekilas, dan tahu itu terbuat dari gandum yang difermentasi; kadar alkoholnya cukup lumayan. Karena itu Lea memilih hanya minum sedikit agar tetap sadar.
107.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 272 Beses bilang ludah kental
Ipakita ang mga Review (8)
Read
+Library
4fm
semangat yaa Thor <3 aku suka cerita bertema transmigrasi seperti ini, menurutku ini menarik dg berlatar belakang Mesir Kuno ;) semoga Lea dan Rasui bahagia, aku berharap kapal mereka berlayaaar \(>,<)/
fazaa
baguss bgtt aku bacanya ikutan greget ypi suka bgt modelan cwek kek lea. pasti ada yng blom selesai sampai di transmigrasi semangat kakak author mampir juga ke cerita aku ya judulnya "Rahasia Malam Sultan" terima kasih ~
Basahin ang Lahat ng Review
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

“Kali ini kamu harus main, Dhi.” Lodra menyodorkan secangkir minuman bening dengan tiga kotak es batu di dalamnya. Perhatian Adhira pun goyah dan perempuan itu lenyap lagi dari ingatannya. Dia meraih minuman tadi dan meneguk habis isinya. Rasa pahit pekat dengan sedikit sensasi dingin membasahi mulutnya yang kering. Lodra kembali menimpali, “Kalau menang, uang kuliahmu bisa lunas dalam seketika.”
1011.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 427 Beses bilang ludah kental
Read
+Library
Terjerat Gairah Tuan Hakim

Terjerat Gairah Tuan Hakim

Butir – butir embun keluar, menetes dan meninggalkan jejak basah bersamaan “Kau tidak perlu datang ke sana, apa susahnya?” lanjut Howard seraya membuka kaleng soda persis diliputi suara gelagak yang khas. Sebelum menenggak. Howard mencoba untuk menahan tawa. Pria itu kesusahan. Luar biasa, benar – benar membuat Harger jengkel, tetapi dia tidak berdaya sekadar memarahi pria yang lebih tua.
1031.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang ludah kental
Read
+Library
PUDING JELLY

PUDING JELLY

Puding jelly. "A-aku. Aku, aku nggak laper Kak." Aku menunduk malu. Jantungku berdebar tak karuan. Ingin sekali aku berlari. Menjauh dari lelaki yang sudah mencuri hatiku ini. "Nggak apa-apa kok kalau mau di makan nanti. Tapi Adek cantik nggak boleh ya menolak pemberian dari Kakak. Apalagi Bu Panti juga bilang kalau makanan ini adalah makanan kesukaan Adek cantik." Ya, aku memang menyukai puding jelly. Namun mulai saat ini, aku tak hanya menyukai puding jelly, aku juga akan mencintainya. Mencintai kenangan yang dia buat. Bahwa aku berkenalan dengan seseorang yang begitu aku cintai, lewat puding jelly.
5.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 185 Beses bilang ludah kental
Read
+Library
The Unholy Claim

The Unholy Claim

“Tidak. Hanya ada air yang tawar, berasal dari mata air terdekat. Tapi coklat panas ini, aku tidak bisa mendefinisikannya.” “Apa nama dari rasa lezat ini?” Luke kemudian bertanya kepada Lilith, ingin belajar mengenai hal-hal yang baru saja ia temukan. “Maksudmu rasa manis?” “Apakah begitu cara kalian menyebutnya? Memang, ada dua rasa yang menonjol dari minuman ini. Pahit dan…sepertinya manis?” Jelas Luke dengan ragu-ragu. Mendengar semua itu, Lilith hanya bisa tertawa.
718 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang ludah kental
Read
+Library
Taruhan Berujung Cinta

Taruhan Berujung Cinta

Namun, belum sempat ia periksa. Yudis menoleh saat pintu dibuka seseorang dari luar yang menampilkan sosok Laila dengan membawa cangkir di tangannya. “Ini minum dulu,” ucap Laila tersenyum. “Minuman apa ini?” Yudis meraihnya dari tangan Laila. “Wedang jahe.” Kemudian Yudis menyeruput air khas rempah itu perlahan. Enak dan hangat, tapi agak sedikit pedas.
105.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 137 Beses bilang ludah kental
Read
+Library
Terlena Dekapan Hot Duda

Terlena Dekapan Hot Duda

Bulu matanya lentik, kulitnya halus, bibirnya mungil. Dan entah kenapa, saat tidak sedang berbicara atau gugup di hadapannya, Elara terlihat sangat cantik sehingga Alden dibuat membeku beberapa detik. Lalu tanpa sadar sebuah gumaman keluar dari bibir Alden. “Cantik sekali.” Kalimat itu begitu pelan hingga bahkan dirinya sendiri nyaris tidak mendengarnya. Namun sedetik kemudian Alden langsung tersadar.
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 36 Beses bilang ludah kental
Read
+Library
ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

ia berhenti sepersekian detik, “mungkin sudah punya jaringan bar elit di seluruh Berlin.” Margarethe tidak menanggapi. Matanya tetap mengikuti setiap gerakan Leonhardt. Beberapa menit kemudian, cairan kebiruan dituangkan ke dua gelas tinggi. “Aku menyebutnya Velvet Stahlblau,” kata Leonhardt akhirnya. “Tanpa alkohol.” Adelheid menyeruput. Membeku. Menoleh ke Margarethe—ekspresinya berkata: ini sihir.
101.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 59 Beses bilang ludah kental
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Ludah yang berwarna kuning ini jatuh di atas sebuah batu, mengepulkan asap kuning! Meski merasa terhina namun sepasang kakek nenek sama-sama tertawa bergelak. "Mungkin lidahmu perlu kucabut! Setelah itu Hai! Mau kulihat apakah kau masih bisa meludah! Hik... hik... hik!" Si nenek tertawa cekikikan.
1032.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 961 Beses bilang ludah kental
Read
+Library
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status