Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka Cinta

Luka Cinta

kata Reno. Erika terdiam sesaat, dia memikirkan semua ucapan Reno. "Kamu mengenal Lena, jauh dari pada aku dan Reza mengenalnya" ucap Reno yang kembali meyakinkan Erika. Erika menarik nafasnya. Ya... apa yang Reno katakan itu benar. "Percayalah pada hatimu, dan juga Alana. Jangan selalu menyimpulkan apapun, sebelum kamu mencobanya. Apalagi pemikiran negatif yang bermunculan di benakmu, itu tidak baik, Erika" pesan Reno.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Cinta Cita

Cinta Cita

Apa yang sudah diketahui oleh Duta sebenarnya? “Aku nggak bermaksud lancang.” Duta mengangkat kedua tangannya sekilas, lalu menunjuk sudut sofa di sisi kanan Cita. “Tapi, kamu begini karena itu, kan?” Cita menoleh pelan. Melihat boneka kelinci dan sebuah surat yang sudah terlipat di sebelahnya. Mengingat isinya, pandangan Cita kembali mengabur, sehingga ia buru-buru mengerjap berulang kali, untuk mengenyahkan genangan air mata yang bisa tumpah begitu saja.
9.941.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai luka cita pdf
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Callah
kk othoorr..... baru keinget niyh duta sm dewi august lee aja kali yaa.... si dewinya dewa blm kedengeran ceritanya niyh hehhe... btw cerita kasih sendiri ada ga ya? smpe bab 17 mshbga diliatin siapa suami kasih... nebaknya awan siyh kandidat paling berpeluang hehhe bener ga kak?
herka ratri
nggak kerasa, bentar lagi ending, setelah bendarah darah akhirnya cita bisa bahagia di tengah tengah orang orang yang menyayanginya.. ditunggu cerita selanjutnya mbak beb kanietha.. siapa ya kira kira?berharapnya sih cerita nando, karena di selalu lewat di cerita lain dengan kejombloannya.. : D
Baca Semua Ulasan
Cincin Rumput Liar

Cincin Rumput Liar

Sahut Citra Oh namanya Rendra to, batin Lita. "Gue nggak ngapa-ngapain kok, kaget aja loe tiba-tiba ada di sini," jawab Lita sedikit kikuk "Alah bilang aja loe naksir kak Rendra, secara loe sampai ngences gitu ngeliatin kak Rendra kok," ucap Citra "Masa cit, gue ngences ya,, aduh gimana dong, beneran gue ngences cit?" Sahut Lita dengan mengusap bawah bibirnya
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Luka (Yang) Cantik

Luka (Yang) Cantik

Prolog Ssshhh. Suara desisan seorang perempuan yang bertelanjang tubuh. Sedang memungut pakaian miliknya yang ada di bawah kasur. Bulu kulitnya meremang merasakan dinginnya malam gelap. Ditambah rasa nyeri pada area kewanitaannya bertambah perih. Rennata—perempuan yang sedang bertelanjang. Sesekali menekan bagian bawah perutnya dan berjalan dengan sedikit membuka lebar jarak kedua kaki. Berharap rasa nyeri sedikit mereda.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Raka berkata, jarinya menemukan sesuatu yang terasa tebal di antara lapisan kertas lontar. “Dapat,” desisnya. Ia menarik selembar kertas lusuh, hampir transparan, yang diselipkan rapi di balik gulungan Kidung Pangruwatan. Kertas itu tampak seperti dokumen penting, mungkin catatan sipil atau catatan medis. Kirana hampir menabrak truk yang melaju dari arah berlawanan karena ia terlalu ingin melihat kertas itu. “Hati-hati, Kirana!”
932 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Owned by The Don

Owned by The Don

ucap Ciro sambil menyerahkan map itu. Lucca menerimanya tanpa sepatah kata pun. Ia berjalan menuju mobil yang sudah menunggu, lalu duduk di kursi belakang sambil membuka map. Di dalamnya ada jadwal pertemuan, daftar tamu, bahkan catatan lokasi makan malam pribadi Niccolo. Semua rapi—terlalu rapi untuk seorang Godfather yang biasanya suka menyamarkan gerakannya.
950 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Istri sempurna ciptaan CEO kejam

Istri sempurna ciptaan CEO kejam

Selamat membaca. Luke menghentikan mobilnya di depan rumahnya. Dia dengan langkah panjang, berjalan masuk ke dalam ruangannya sendiri. Lalu menarik laci meja kerjanya, sementara tangan lainnya membuka laptop dan mengetikan nama Sania Allegra. "Harusnya ada." ucapnya, sembari mengetikan kata kunci dengan nama Sania Allegra. Dan setelah mencari, akhirnya ia menemukan satu artikel yang menjelaskan tentang sosok perempuan yang di bawa Luke Conan di hadapan kakeknya. Apakah demi harta?
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Pengantin Pewaris Cavendish

Pengantin Pewaris Cavendish

Tiba-tiba, pikirannya terarah pada satu hal: Bagaimana mungkin pengadilan Inggris punya wewenang? Dengan gerakan cepat, ia menarik laci teratas dan mengeluarkan map biru tua berisi dokumen-dokumen Luka. Akta kelahiran, kartu identitas, catatan medis. Jemarinya menelusuri setiap lembar, matanya mencari-cari sesuatu yang aneh. Sampai akhirnya… ia menemukannya.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

Gerka langsung melepaskan rangkulan pada bahu Dipta dan mengangkat kedua tangannya diudara, tanda minta ampunan. Yohan tersenyum geli. “Judul filmnya apa, Ka?” “Kuch-Kuch Dipta Hai Hujan-Hujanan,” sahut Gerka. Yohan tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Gerka. Sedangkan Dipta ingin mencekik teman disampingnya yang terlihat tidak bersalah ini karena Dipta sedang tidak berselera untuk bercanda.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Bertukar Tubuh dengan Tunangan yang Ingin Membunuhku

Bertukar Tubuh dengan Tunangan yang Ingin Membunuhku

Pria botak itu adalah Rafael, orang yang sudah berhasil mengkhianati Lucas William dan orang sudah berhasil membuat Lucas seorang Lucas William terkena kutukan. “Aku hanya ingin bicara dengan Rafael,” ucap LuXa dengan lantang. “Memannya kau siapa?” tanya Ted dengan dengusan gelinya. “Mundurlah, kami tidak mau berurusan dengan seorang perempuan.” LuXa mengetukan ujung tongkat baseball ke lantai, pria itu menyeringai jahat, “Aku katakan sekali lagi, aku ingin berbicara degan Rafael. Berikan anak buahmu, maka semua urusan selesai.”
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 727 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status