Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hatinya Memohon, Tangannya Merusak

Hatinya Memohon, Tangannya Merusak

Luca melaju kembali ke kediaman Brahmani secepat mungkin. Di ruang tamu, Nisya duduk di sofa dengan mata memerah. Satrio berdiri di dekat perapian dengan cerutu yang sudah habis terbakar, tetapi tak pernah diisap. Di atas meja kopi tergeletak setumpuk dokumen. Luca hampir menerjangnya. Di halaman pertama, tulisan itu tampak jelas.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Luka Ini Warisan Cinta

Luka Ini Warisan Cinta

Amilia terkejut sejenak, lalu berusaha sekuat tenaga melawan, "Siapa yang memberi kalian izin menangkapku? Aku kan calon ratu istri alfa masa depan ... " Satrio langsung menamparnya, lalu melemparkan sekumpulan gulungan perkamen ke arahnya. "Jangan bermimpi! Mirna lah yang merupakan ratu istri alfaku. Sedangkan kamu? Hanya seorang pengkhianat yang telah mengkhianati suku" Amilia ditekan ke lantai, pipinya yang awalnya putih dan halus kini penuh dengan debu. Dia melihat bukti-bukti itu, tapi tetap tak merasa bersalah.
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Berbagi Luka

Berbagi Luka

Pantaskah Sara yang sangat penakut bergabung dengan UKM kegiatan sosial seperti itu? Suasana kini menjadi hening. Pikiran samar yang sempat terbesit dalam benak Sara itu menjelma menjadi suatu pertimbangan. Sara tenggelam di dalamnya, dan berakhir dengan lamunan. Walau hanya kegiatan sosial, bukankah tetap harus membuat interaksi dengan orang-orang yang tergabung di dalamnya? Tunggu, kalau LIPEKA itu merupakan UKM yang berorientasi pada tindakan kasih, bukankah itu berarti para anggotanya merupakan orang-orang baik? Apakah itu mungkin, jika orang jahat bergabung dalam kegiatan semacam LIPEKA?
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

ucap raka menyindir Pak Adam. "Itu bukan urusan kamu Raka ingat Saya menerima kamu sebagai seorang menantu hanya karena Alicia tapi saya tidak akan pernah membiarkan Putri kandung saya Alina kembali jatuh dalam pelukan kamu! "Jawab Pak adam menatap Raka dengan tatapan tajam
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta, Luka Nyata

Kontrak Cinta, Luka Nyata

Luka di wajahnya hampir sembuh, tapi sorot matanya masih sama, jernih dan hangat. “Alya,” katanya. “Aku akan ke Lombok minggu depan. Ada misi relawan di sana. Tapi, sebelum berangkat, aku ingin mengucapkan satu hal.” Alya menatapnya lembut. “Apa?” “Terima kasih, karena sudah menjadi rumah yang menenangkan setelah perjalanan panjang yang melelahkan.” Alya tersenyum, menatapnya lama. “Dan terima kasih, karena sudah menunjukkan bahwa luka pun bisa berubah jadi kekuatan.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Pernikahan Luka

Pernikahan Luka

Di sudut Kafe Serenade, Anita menghabiskan sisa Cappucino di gelas yang dia pesan tadi. Tanpa sengaja, dia melihat sosok Andika, di salah satu sudut kafe itu juga. Dia ingin memastikan bahwa pandangannya tak salah. "Ya itu Andika." Anita yakin. Dia lalu menghampiri meja nomor 15 itu. "Andika!!!!" pekik Anita penuh ceria, sembari mengulurkan tangannya, menjabat tangan Andika.
978 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

"Kamu tenang saja, Lih, Kakak punya rencana buat si nenek lampir itu!" "Rencana apa Kak?" tanya Galih penasaran. "Kamu lihat aja besok, pokoknya si nenek lampir itu bakalan jera karena sudah menikah dengan Papa!" Saat Gina dan Galih menceritakan tentang rencana busuknya, terlihat Topan dan juga Revalina yang hendak meminta maaf pada Gina dan Galih mengurungkan niat mereka setelah mendengar apa yang dikatakan oleh mereka berdua. Topan tampak memandangi istrinya yang masih berada di luar pintu.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Luka Istriku karena Cinta

Luka Istriku karena Cinta

"Oke. Bu Widia dan Pak Zaki pasti sudah punya buah hati. Lelaki atau perempuan?" "Perempuan, Dok. Namanya Cyra." "Kapan dia dilahirkan?" Kucoba untuk mengingat tentang Cyra. Aku masih ingat saat melahirkan bayi lucu itu, tapi tanggal berapa? Semakin aku berusaha mengingat, kepala bertambah pening. *** Bersambung
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 946 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Perisai Dewa Tak Tertembus

Perisai Dewa Tak Tertembus

Rainita tersenyum licik sambil menatap Lucas, "Lucas, kamu tadi bilang lukamu di mana ya?" "Di paha kiri, agak atas," jawab Lucas santai. Dia mengira itu bagian dari pertanyaan untuk laporan, jadi dia menjawab jujur tanpa curiga. "Oh, coba aku periksa, ya. Apa benar di sini?" Rainita menahan senyum sambil pura-pura serius memeriksa luka Lucas, tapi dengan sengaja mencubit keras di area yang dimaksud.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
LUKA TERPENDAM

LUKA TERPENDAM

“Kau pasti bercanda “ katanya tak percaya, Mira tidak akan mudah percaya begitu saja saat bagaiman jelas kilas-kilasan ingatan itu datang padanya, tatapan dan pekatanaan tajam laki-laki itu masih sangat tajam diingatannya. Lily menggeleng kamudian gadis itu mebuka room chat dengan Rama. "Kau lihat sendiri, aku tidak bercanda,Ra" katanya setelah menunjukan bebrapa chatt Rama yang menanyakan kembali dirinya terakhir minggu kemarin. “Dan ini,” Lily menunjuk barang-barang dihapannya dengan dagunya.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai luka cita pdf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status