Luka di Ujung Senja
katanya, suara penuh komando.
Claudia menelan ludah, merasakan gelombang panas yang berbeda—panas ketegangan campur gairah, sesuatu yang membuatnya semakin agresif secara emosional. Ia mencondongkan tubuh sedikit ke arah Damar, berbisik, “Aku tidak takut… asalkan kamu di sini.”
Damar tersenyum tipis, tetapi tegang. “Itu yang aku suka—tapi jangan terlalu nyaman.”