Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

tanya Cindy yang berdiri di sampingnya, sambil tangan kanannya menyeka keringat yang keluar dari tubuh Eguh dengan handuk kecil basah. “Alhamdulillah. Tapi di bagian punggung masih terasa agak nyeri,” jawab Eguh sambil nunjukin bagian mana yang nyeri. Cindy dengan telaten menyeka bagian kepala, tangan hingga kaki dengan kain handuk kecil basah setelah itu baru menyekanya dengan menggunakan tisu basah bayi.
96.4K viewsOngoingAdded to Library 255 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
DOWN UNDER DOWN

DOWN UNDER DOWN

“Aku pikir... sebaiknya... nggak usah diperban lagi,” kataku pada Nial setelah dia membuka perban di jariku untuk menggantinya dengan yang baru. “Luka itu harus ditutup supaya bakteri dan kuman nggak masuk dan bikin infeksi,” katanya. “Biasanya juga kering sendiri,” kataku. “Jangan keras kepala!” suaranya meninggi.
6.3K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
KUBALAS LUKA YANG KAU TOREHKAN

KUBALAS LUKA YANG KAU TOREHKAN

Dada Ben terasa panas karenanya. “Aku gak akan melakukan hal itu Ma. Tidak akan pernah. Sudah cukup bagiku menyakiti Ayla selama ini. Aku gak akan mengulangi kesalahan untuk kedua kali.” Ben mengepalkan tangan. Rahangnya terkatup menahan amarah.
38.9K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter

Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter

Namun, mataku justru tertuju pada tangannya. Dari sudut ini, tangan Jarvis terlihat sangat indah. Tulang sendinya tegas dan jemarinya panjang. Jika tangan itu naik lebih jauh lagi .... "Nona Jivana, rileks. Otot dan sendimu sangat lentur, tapi masih perlu dipijat dengan kuat agar terbuka." "Uh ... baik ...." Aku menggigit bibir dan memejamkan mata karena malu saat telapak tangannya menutupi perut bawahku.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
Pelukan Kedua Di Bawah Langit Yang Sama

Pelukan Kedua Di Bawah Langit Yang Sama

Nurul mengusap rambut Alfi yang lembab karena keringat. "Nggak mau!" Alfi menggeleng cepat. "Nanti... sakit." Air matanya berderai. "Nggak sakit, Nak. Nanti luka-luka ini diobati. Diperban lho," bujuk Nurul lembut. Mendengar kata perban kedua bola mata Alfi membesar. Ia memang suka sekali dengan perban. Setiap kali terluka ia akan minta diperban. Bagian yang tidak luka pun akan ia minta perban.
1016.3K viewsCompletedAdded to Library 650 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
Antara Aku dan Dia

Antara Aku dan Dia

Tak sengaja Aksa melihat tangan Leta yang diperban, dia pun segera mendekati Leta. "Ada apa dengan tanganmu?" tanya Aksa yang tiba-tiba memegang tangan Leta. Dia melihat perban yang melilit tangan Leta berwarna merah, mungkin mengeluarkan darah. Leta yang tangannya tiba-tiba dipegang oleh Aksa pun merintih karena sakit. "Awh.." "Apa kau tidak apa-apa? Apa ini sakit?" tanya Aksa beruntun. "Leta jawab."
1017.2K viewsCompletedAdded to Library 550 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
Penjara Dendam Suami Konglomerat

Penjara Dendam Suami Konglomerat

Karina dengan telaten mengobati dan membalut jari telunjuk Aleeta menggunakan perban yang ia ambil dari kotak P3K. “Kalau di obati seperti ini nantinya akan jadi lebih cepat sembuh,” ujar Karina pelan. Sementara Aleeta hanya bisa meringis karena tadi ia memang sempat menolak saat Karina ingin mengobati lukanya. “Sudah selesai. Jangan lupa nanti kalau basah perbannya harus di ganti, ya.” Aleeta mengangguk. “Iya, Ma. Terima kasih.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

aku Kian jujur. “Nah kan, tanganmu jadi sakit dan rusak seperti ini. Kalau kamu membelai kepalaku, jadi seperti ada yang mengganjal, ya itu perbannya. Salahmu sendiri! Kamu tidak bisa menyentuhku dengan benar sampai perban itu dilepas.” “Aku akan melepaskannya sekarang supaya kamu merasa nyaman,” ucap Kian buru-buru hendak melepaskan perban di tangannya.
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 434 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

Hide sudah merentangkan tangannya, tidak terlalu tinggi karena sakit, tapi seharusnya cukup untuk Ayu untuk melilitkan perban dengan mudah. “Aku tidak bisa lama seperti ini.” Hide mengingatkan Ayu yang tengah berdiri mematung selama beberapa detik setelah berbalik dan melihat pose itu. Lukanya akan nyeri jika tangannya terus terangkat. “Apa kau tidak tahu caranya?” tanya Hide. Mengira Ayu sedang berpikir tentang cara melilitkan perban elastis itu. “Bi… bisa.” Ayu kembali berjalan mendekat.
1019.9K viewsCompletedAdded to Library 418 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
Terjerat Cinta Dosen Baruku

Terjerat Cinta Dosen Baruku

Leena: Thanks ya, Van. Pesan itu tak langsung mendapat balasan. Leena lalu beralih fokus pada perban di tangan kirinya yang mulai terasa gatal. Ia mencoba membuka, tapi simpul perban itu terlalu kuat untuk dibuka dengan satu tangan. Sedikit kesal, Leena mendekatkan tangan ke mulut, mencoba menggigit ujung perban untuk menariknya. “Ribet banget sih,” gerutu Leena dengan nafas terengah karena tangan yang mulai pegal.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as luka perban di tangan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status