Rindu yang Lupa
Kata ibu tanpa mengurangi rasa hormat kepada pembeli jasanya.
"Saya maklumi, Bu. Mau dikata ceroboh, ya tidak bisa! Semata-mata bukan kesalahan ibu, Tidak apa-apa, saya sadar harusnya saya bawa tas itu sendiri. Tapi mau bagaimana lagi? Semuanya sudah terjadi, saya pun paham orang tua memang selalu lupa." Kata Bu Fatim suatu lalu masih menggema di telinganya. Kalimat tersebut dihaturkan dengan lembut namun tetap membuat hati ibu remuk.
"Ibu, bantu saya menemukan uang tiga jutanya, saya yang akan urus kartu-kartunya," lagi kalimat pahit yang disampaikan dengan tersirat.
Hot Chapters