Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Love and Lust

Love and Lust

Banyak puntung rokok berserakan di mana-mana, juga ada beberapa botol bekas minuman beralkohol. “Ini tempat apa sebenarnya Gio?” tanya Erina. “Ini tempat aku dan teman-temanku berkumpul. Ya .... Semacam rumah singgah bagi kami, kenapa emang Er?” “Ah, enggak apa-apa Gi.” Gio pergi ke belakang sebentar, sementara hand phone nya tergeletak di atas meja yang penuh dengan abu rokok. *Satu pesan masuk*
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
Tanpa Status

Tanpa Status

jawab Jessica, "ikut aku ke lobby!" Jessica berdiri lalu berjalan dan Nico mengikuti wanita itu dari belakang. Jessica lalu mengajak Nico duduk di sofa yang berada di lobby. Jessica menjelaskan apa saja rencana mengenai toko Cattleya agar toko itu bisa eksis kembali. "Jadi, saat launching nanti, kita akan menyelenggarakan fashion show di sana," kata Jessica, "nanti kau hubungi Event Organizer yang biasa kita pakai."
103.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
LIGNEE

LIGNEE

“Dia dalam syok anafilaksis*.” “Apa?” Aldi kebingungan. “Dia tidak bisa bernapas!” Sasha membuka tasnya lalu mengeluarkan gunting kecil dari kotak kosmetik lantas merendamnya dalam gelas whiskey yang dia temukan di atas meja. Sasha berniat membuat lubang di leher Rayhan agar dia bisa bernafas. “Hei! Apa yang sedang kamu lakukan?” tangan Aldi menghalangi gunting yang dipegang Sasha.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
Miss Lazy

Miss Lazy

Maka dari itu, dengan terpaksa Luna menyibak selimut yang menutupi seluruh badannya. Kedua kaki jenjang itu mulai berpijak diatas lantai kamar yang bercecer segala benda mulai dari plastik bekas makanan, kaos kaki, buku pelajaran, bahkan ponselnya tergelatak asal begitu saja. Ya, Luna memang bukan tipe gadis yang peduli arti kata rapi, cocok saja dengan julukannya Miss Lazy. Terlalu malas untuk melakukan apapun. Memandang penampilannya yang berantakan khas bangun tidur didepan cermin setinggi tubuhnya, sekali lagi Luna menghela nafas panjang barangkali mendapat sisa-sisa kesabaran untuk tidak tersulut.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
Lust Vegas

Lust Vegas

Baju terusan mini tanpa lengan dengan bagian punggung terbuka melekat erat di tubuh ramping Kayla. Sementara sahabatnya memilih terusan model tube dengan bahan yang melambai. Bibir mereka dipulas oleh lipstick berwarna nude untuk menyeimbangkan riasan mata yang mencolok. "Kita akan bersenang-senang malam ini," kata Kayla sambil menegak satu sloki minuman beralkohol, dan diikuti oleh Erin.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
PUDAR

PUDAR

Gadis itu perlahan menerobos hujan dengan payung yang ada dalam genggaman tangan kirinya sembari memegang White Coffee rasa original dalam kemasan cup. Kamera meng-shoot ekspresi Alan yang terpaku pada kemasan baru White Coffee dalam cup yang dibawa Kirana Larasati sembari menerobos hujan dengan payung berwarna coklat. Alan bergegas menyamai langkah gadis itu. Satu tangan Alan meraih gagang payung dan satunya lagi terpaut untuk menggenggam kemasan baru White Coffee dalam cup yang dibawa Kirana Larasati. Keduanya pun saling bertatapan di bawah naungan payung coklat. Tawa ceria pun mengembang menyusul kemudian.
141 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
Our Luna

Our Luna

Dengan setengah malas, Chiara pun menata satu demi satu kue kue itu, sesuai dengan jenisnya. Ketika tengah asyik menata kue, tiba tiba saja televisi yang menggantung di tembok menyala, menampilkan berita yang membuat Chiara mengernyit. Berita hari ini Dikabarkan bahwa seorang pria telah tewas di hutan dekat ibukota. Menurut pihak kepolisian, tidak ada jejak kekerasan pada tubuh korban. Namun, dileher pria itu terdapat sebuah bekas gigitan seperti gigitan binatang liar. Banyak yang menyebutkan, pria ini tewas bukan karena ulah binatang liar, melainkan ulah werewolf karena darah pada tubuh hilang secara misterius
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
LETUP

LETUP

"Mana, sini, gue liat. Namanya siapa?" "Revan siapa, gitu," balas Kaisar, menghadapkan layar laptopnya pada sang kawan. "Bang Revan," cetus Zaki, manggut-manggut. "Kenal, sih, gue. Mau ID Line apa nomor WhatsApp?" "Eh, gila, dia masih pake Line?" "Ya, udah, sih. Hak orang." "Gue aja udah nggak pake Line sejak semester empat, anjir!"
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
Lusia

Lusia

Aaron mulai bertanya – tanya, sedang apa wanita pembangkan ini. Aaron mulai merasakan kecanduan paling berbahaya dari pada kokain ataupun yang lainnya. Menghirup aroma tubuh Lusia, adalah masalahnya. Aromanya, semerbak wangi ketika perempuan itu berada di dekapan Aaron selama semalam suntuk.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
Ludus

Ludus

Dan memang pada dasarnya malas jadi semuanya mengerjakan dengan SKS alias Sistem Kebut Sejam dalam mengerjakan tugas. Lili yang sedang mengecat kukunya dengan warna hitam melihat kedatangan kedua sahabatnya langsung berteriak heboh dan membereskan kuteksnya kemudian dimasukan kedalam pouch yang berisi berbagai macam warna kuteks beserta pembersihnya. "Loh Bibi kenapa nih? Kecut amat wajahnya," tanya Lili sambil mengipasi jarinya dengan kipas portable.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai lust sans
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status