Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencari Om Ganteng Untuk Mamaku

Mencari Om Ganteng Untuk Mamaku

Wanita itu merebahkan kepala putranya di lengan kirinya. "Sayang, kasih mama waktu sebentar, ya?" "Untuk apa, Ma?" "Untuk memilih papa terbaik buat kamu," ucap Yeona sambil tersenyum. Mata kecil namun bulat itu kini berbinar. Dalam hatinya mengatakan tak sabar rasanya ingin memiliki seorang papa yang bisa menemani hidupnya. Emilio memeluk erat tubuh mamanya, wajah bagian kanannya menempel di dada sang mama dengan mata yang terpejam.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai ma mama
Baca
+Pustaka
Im Sorry Mama!

Im Sorry Mama!

“Alya, percaya sama mama. Mama tidak melakukan itu_” “Mama. Alya kecewa sama mama! Alya sayang mama. Tapi Alya gak tahu kalau mama bisa jahat sama bunda?! Mama nyakitin bunda?! Nyakitin adiknya Alya?! ALYA BENCI MAMA?! BENCI?!" Pyarr....
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai ma mama
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

SAH! Luruh sudah air mataku mendengarnya. Kelegaan yang luar biasa kurasakan saat ini. Aku menghambur ke pelukan mama. Wanita itu memberikan ciuman bertubi-tubi di wajahku. Setelah itu kami berpelukan erat. Ya, sangat erat. "Bundaaaa !"
9.6289.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.4K kali sebagai ma mama
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Ingin Apapun, Hanya Mama

Aku Tidak Ingin Apapun, Hanya Mama

“Kalau suatu hari nanti aku dan papamu tidak tinggal bersama lagi, kamu ingin tinggal dengan siapa?” Matanya langsung berkaca-kaca. Aku menariknya ke dalam pelukan. “Maafkan Mama, Sayang. Seharusnya Mama tidak bertanya seperti itu. Sekarang pergi cuci tanganmu, Mama akan buat makan malam.” Aku membuat pasta tomat, bakso, jamur, dan roti. Rian duduk di meja sambil menatap piringnya. “Ma, apa Mama sudah tahu?”
11.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai ma mama
Baca
+Pustaka
Mama Untuk Aliza

Mama Untuk Aliza

pesan wanita itu. “Baik, Tante,” jawab Aliza lalu melihat Mama dari temannya menggandeng tangan gadis kecil manis yang tadi bersama Aliza. Pikiran Aliza kembali melayang tentang permintaannya pada Ayahnya yang ingin Mama baru. Sejujurnya dia hanya ingin merasakan kasih sayang seorang Ibu. Gadis kecil itu menggoyang goyangkan kakinya di tanah. Bibirnya cemberut dan rasa hatinya sudah mulai bisa memberontak. Selama ini memang dia tak kekurangan kasih sayang dari semua orang. Namun dibalik itu semua dia memang ingin memiliki Mama. Aliza menoleh kanan dan kiri berharap Ayahnya segera datang karena sudah lama menunggu dan sudah merasa bosan.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai ma mama
Baca
+Pustaka
Belenggu Mantannya Mama

Belenggu Mantannya Mama

Sementara Papa hanya menggenggam tanganku, ekspresinya tenang dan teduh. “Kamu harus kuat, Nak,” ujar Mama lembut. “Kami tahu ini tidak mudah, tapi kamu tidak sendirian.” Air mataku menetes begitu saja. Aku bahkan belum sempat menyembunyikannya. Ada rasa hangat menyelinap di antara luka-luka yang masih terbuka. Rasanya seperti dipeluk dunia setelah dihantam badai. “Aku akan berusaha kuat, Ma, Pa... Demi bayi ini juga,” suaraku gemetar.
942 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai ma mama
Baca
+Pustaka
Young Mom

Young Mom

“Kenapa Jeni? Jangan buat Mama khawatir.” “Aku... hamil Ma.” Jeni menangis tersedu-sedu, begitu juga Livia, ia seperti mendapat kiriman karma detik itu juga. “Ma, aku minta maaf Ma, tapi tolong jangan benci aku, Mama satu-satunya yang Jeni miliki.” Tangisan Jeni semakin pecah. Livia masih tidak bisa menjawab apapun, hanya isak tangisnya yang terdengar semakin keras di telinga Jeni.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai ma mama
Baca
+Pustaka
Turun Ranjang

Turun Ranjang

kata Mama. "Iya Ma, salam buat Papa ya, Ma,” kataku. "Iya sayang, nanti mama sampaikan," jawab Mama. "Iya Ma, Delina kangen sama Mama dan Papa," ucapku. "Iya, Mama juga kangen kamu Nak. Besok kalau kamu kesini, kamu kabarin ya," perintah Mama. "Iya Ma, pasti Delina kabarin," jawabku. "Ya sudah, Assalamualaikum."
9.95.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai ma mama
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Autumn Sky
ceritanya bagus dan alurnya pun mengalir. Penulisannya pun juga rapi, jadi waktu dibaca enak. Namun, saya masih menemukan beberapa kesalahan kecil di sini, tapi itu bisa diabaikan dan tidak mengganggu kenyamanan dalam membaca. Ayo kamu update lagi ceritanya, aku menunggunya
Skyler Artemis
aku jarang baca novel dengan sudut pandang orang pertama, tapi aku menemukan novelmu enak untuk dibaca. Ide ceritanya mungkin mainstream tapi pengemasannya fresh dan rapi penulisannya. Ayo update terus, aku tunggu kelanjutannya.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status