Dari Budak Menjadi Bencana
Dia tidak menyelesaikan kalimatnya, tapi maknanya jelas.
Dia berdiri dan berjalan ke sudut sel yang paling gelap. Dengan kuku yang panjang dan kotor, dia menggaruk dinding batu, mengupas lapisan lumut dan kotoran yang menempel. Di baliknya, terlihat ukiran-ukiran kecil—peta sederhana yang menggambarkan terowongan-terowongan bawah tanah, beberapa di antaranya ditandai dengan simbol tertentu.
"Ini adalah jalur pelarian yang dicoba oleh mereka yang datang sebelum kita," bisiknya. "Tidak ada yang berhasil. Tapi dengan pengetahuan yang sekarang kau miliki... mungkin kau bisa menemukan cara."