Godaan Tuan Majikan
“Maaf, Tuan. Saya sudah mengikuti arahan Mbok Jiah.”
Tuan Ardan akhirnya mengangkat wajah, menatapnya lebih lama. Tatapannya tajam, menimbang, bukan marah.
“Saya tahu,” katanya datar. “Tapi selera orang tidak selalu bisa dipelajari dari resep.”
Ia berdiri, mendorong kursinya perlahan.
“Saya tahu kamu masih baru. Tapi saya lebih suka jika kamu cepat belajar. Jadi, jangan biarkan saya berubah pikiran.”
Hot Chapters