Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
May I Go ? (Indonesia)

May I Go ? (Indonesia)

Aku menggeser tubuhku, untuk mempersilahkan tuan putri duduk di sebelahku. “Coba lihat ini deh, Mida! Lagi ada kumpulan mahasiswa yang lagi ngadain bazar di sekitar sini. Tapi kita bisa beli secara online, loh. Coba lihat buku-buku yang mereka jual!” ucap gadisku sambil menunjukkan hpnya pada Mida yang awalnya tidak tertarik, tetapi berubah tertarik saat mendengar kata ‘Buku’ dan langsung menarik hp Keyza untuk dia amati lebih jauh.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai maha go
Baca
+Pustaka
Mas Gege, I Love You!

Mas Gege, I Love You!

Ayah menderita penyakit maag yang belakangan ini sering kambuh. "Ooh. Kamu tau itu darimana? Ayah emang tadi habis diperiksa, dan kesehatan Ayah udah makin membaik. Mana Ibu kamu? Kamu ke sini sama Ibu, 'kan?" Haruskah aku beritahu jika dalangnya adalah Karina yang baru nongol memberi salam di depan pintu ini? Lengkap dengan senyuman tak berdosanya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai maha go
Baca
+Pustaka
MAAF CINTAKU

MAAF CINTAKU

Drrrr drrrr drrr Getar ponselnya membuyarkan lamunannya, dengan berat dia pun mengangkatnya. "Terimakasih," ucap seorang wanita di telpon. Terimakasih? Farhan sedikit bingung tiba-tiba saja seorang berterimakasih padanya tanpa intro terlebih dahulu. "Apa yang kamu bicarakan, terimakasih? Ini aneh," tutur Farhan yang mengira jika dia sudah salah dengar kerena kebanyakan minum. "Farhan ini aku Stella, terimakasih telah mengantarkan ku pulang."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai maha go
Baca
+Pustaka
Nikahi Mamaku, Om!

Nikahi Mamaku, Om!

Di dalam ruangan, Andreas terlihat senang melihat bos besar yang sulit sekali ditemui, akhirnya datang. “Gamala. Anda datang di saat yang tepat,” ucap Andreas, bersemangat. “Senang bertemu dengan Anda. Saya Arshaka, pemimpin Grup Gamala saat ini,” ucap Arshaka memperkenalkan diri. Andreas mengangguk-angguk, tawa singkat menyela sebelum dia berkata, “Senang bertemu dengan Anda. Saya Andreas. Sepertinya sulit sekali untuk bertemu dengan bos besar Gamala akhir-akhir ini. Saya merasa terhomat Anda mau datang menemui kami di sini.”
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai maha go
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai maha go
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

“Icha, sini hp Mama. Mama mau ngomong sama Mbak-mu.” Icha memberikan ponsel itu pada Mama Mas Wira. Icha kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan makannya. Aku sendiri sudah menghabiskan makananku. “Ma, Leya nggak bisa pulang liburan akhir tahun ini. Salam untuk calon adik iparnya Leya ya. Bilangin ke Wira jangan terlalu dingin ke Fita.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai maha go
Baca
+Pustaka
Mყ ɱαιԃ, My future Wife

Mყ ɱαιԃ, My future Wife

Dalam duduk ia segera meraih benda bulat di atas nakas lalu melemparnya ke lantai. Suara berisiknya lenyap. Tetapi tidak dengan amarahnya. Apalagi saat ia menyadari jika Gita sudah tidak ada lagi di sebelah nya, Deren mengamuk. Matanya yang merah mencari Gita di setiap sudut kamarnya tapi tidak ada. Wanita itu sudah pergi. "Sial!" Makinya. Deren yang polos sedang mencari ponselnya dan menemukan sebuah surat yang tertindih oleh benda pipih itu. Ia membacanya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai maha go
Baca
+Pustaka
MAHAR 500 PERAK

MAHAR 500 PERAK

“Mahar itu uang koin?! Lima ratus perak? Apa dia pikir ini candaan?!” Penghulu tampak canggung. Ia menoleh ke arah Wijaya, berharap sang ayah bisa menenangkan situasi. Tapi Wijaya hanya menghela napas panjang, menunduk, lalu berkata pelan. “Yang penting ijab kabul sah.” “Tapi, Mas—” protes Ratna lagi, namun sang paman menahan lengannya. “Sudah, Ratna. Ini bukan waktunya mempermalukan pengantin.”
586 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai maha go
Baca
+Pustaka
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

kata Mahendra #PerumahanBejo23TheSeries #NezhaHauw
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 423 kali sebagai maha go
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status