KAMPUNG HALIMUN
Duag, duag, duag
Duag, duag, duag
Apa yang Mang Ayep pikirkan ternyata benar, suara itu muncul kembali. Suara pukulan dari luar yang memukul pintu besi itu dengan sangat keras.
“Bener, ieu mah demit sakola anu keur ngaheureuyan urang, (Benar, ini adalah demit sekolah yang sedang mengerjaiku,)” kata Mang Ayep.
Mang Ayep hanya berdiri di belakang pintu itu tanpa melakukan apapun, dia hanya mendengarkan suara pukulan itu yang terdengar sangat nyaring disana.
ตอนยอดนิยม