Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Takdir Yang Membawamu

Takdir Yang Membawamu

ucap Arjuna untuk mencairkan suasana. "Kalau ibu mau ke Monas dulu boleh, Mas Juna? Karena seumur hidup, ibu belum pernah melihat Monas itu seperti apa," jawab Bu Imah dengan apa adanya. "Tentu saja boleh dong, Bu. Kalau Nara, kamu sendiri sudah pernah melihat pucuk Monas apa belum?" Arjuna bertanya dengan tatapan beralih kepada Kinara yang sedari tadi masih terus terdiam. Nara pun menjawab pertanyaan dari Juna dengan sebuah gelengan kepala.
106.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 173 fois en tant que makam mbah muqoyyim
Read
+Librairie
CEO MESUM itu SUAMIKU

CEO MESUM itu SUAMIKU

“Iya, Mbak.” “Siapa namanya?” tanya Intan. “Namanya Iqbal Zubayr Pratama, Mbak.” Intan tampak tersenyum senang, lalu melirik ke arah Ervan yang sejak tadi hanya diam saja. “Wah, kamu dapat jagoan juga ya, Mas. Selamat ya untuk kalian berdua. Aku ikut senang dengarnya.” “Makasih ya, Mbak,” ucap Gea, sedangkan Ervan masih tetap diam.
1014.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 480 fois en tant que makam mbah muqoyyim
Read
+Librairie
Kami Tanpa Kamu

Kami Tanpa Kamu

Besok adalah hari pertama puasa, mau ziarah ke makan orang tuaku sekaligus nenek kakek Mas Malik. Kampung halaman Mas Malik dari pihak Ayah ada di Tulang Bawang. Keluarga Mas Malik kenal dekat dengan paman dan bibi karena orang tua mereka pernah satu sekolah. Lalu memperkenalkan kami, menjodohkan kami yang katanya cocok. "Kenapa ibu nggak mau ikut, Mas?" tanyaku. "Jaga rumah."
10117.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 4.7K fois en tant que makam mbah muqoyyim
Read
+Librairie
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

"Woy, jangan maju pakai tangan kosong! Pake otak dong, main licik aja buat lumpuhin si gembel ini!" Tepat di atas meja terdekat, tertinggal mangkuk-mangkuk bekas pelanggan yang berisi sisa kuah mie super pedas penuh taburan boncabe level maksimal. Bahar menyambar mangkuk keramik tersebut dengan senyum licik mengembang di bibir tebalnya. Ketua ormas itu mengendap-endap dari arah samping, mencari celah saat Arya masih sibuk menghajar preman lain dengan tendangan mautnya. "Rasain nih kuah neraka, gembel kere!" teriak Bahar kegirangan.
9.8K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 303 fois en tant que makam mbah muqoyyim
Read
+Librairie
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

“Dan pastiin foto gue yang nyebur di sepeda tadi nggak masuk kolase ya!” Farez tertawa. “Ha-ha-ha. Itu malah highlight liburan ini, Bro!” Joseph yang sedang bermalas-malasan di hammock berkata, “Sore nanti kita jadi ke ocean swing, kan?” “Jadi dong,” sahut Mary antusias. “Itu salah satu yang paling iconic di Gili. Nggak sah rasanya liburan ke sini kalau belum foto di sana.”
10907 VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 34 fois en tant que makam mbah muqoyyim
Read
+Librairie
Menggodamu Hingga Takluk Padaku

Menggodamu Hingga Takluk Padaku

Tanpa memberi Knox waktu untuk bereaksi, Lumi pun segera menarik tangannya. “Duduk,” perintah gadis itu sambil tertawa kecil dan menunjuk kursi stool tinggi di depan mixing console. Knox menurut, dan Lumi pun ikut duduk tepat di sampingnya. “Ini namanya equalizer,” jelas Lumi sambil menunjuk layar. “Yang ini buat frekuensi rendah, ini mid, ini high. Kalau vokalku terasa terlalu tipis, aku akan naikkan sedikit di sini. Tapi hati-hati, kalau terlalu banyak malah akan membuat suaranya menjadi terlalu tajam.”
1032.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 884 fois en tant que makam mbah muqoyyim
Read
+Librairie
KUKEMBALIKAN KEKASIHMU

KUKEMBALIKAN KEKASIHMU

sahut Flora cengengesan. “Ma Syaa Allah, ini sudah yang kesekian kalinya kamu kejedot pintu, Nak. Lain kali kalau jalan harus hati-hati, biar gak kejedot lagi.” ledek sang mama dan di temani dengan suara tawa dari sang papa yang berada di sampingnya sang mama.
1.9K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 66 fois en tant que makam mbah muqoyyim
Read
+Librairie
Mahligai Bersamamu

Mahligai Bersamamu

“Abah, kok belum jawab?” Azzam hanya tersenyum. Tidak ingin menambah bahan pertanyaan untuk si ceriwis. “Abah sama Umi, sholat?” “Ibadah siang, Sayang?” jawab Azzam. “Oooo.” Quila tidak bertanya lagi. Selanjutnya Quila terus mengoceh dan sesekali ditanggapi oleh Azzam dan Caca. Kini bahkan Quila sedang menunjukan gerakan menari yang persis seperti yang ia tonton di tik tok.
9.926.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 966 fois en tant que makam mbah muqoyyim
Afficher les avis (14)
Read
+Librairie
Wiwik Setyo Wiyati
Kisahnya itu menginspirasi dan mengandung nasehat terutama dalam berumah tangga.. Dan ads lucu2nya.. Jadi Semangat bacanya.. Apa lagi mengandung aturan dalam beragama bagaimana seorang Muslim bersikap dg lawan jenis... Semoga berkah kk author..
Endang Sagita
alurnya gk bosenin dan selalu penasaran dg kelanjutannya, ya kalo bisa di oerpanjang bab nya seru bacanya dan aku terhibur sekalibanyak jg pelajaran yg bisa di ambil dr kisahnya ...... semangat terus buat lanjutin kisahnya ......
Lire tous les avis
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

papar Sukri. Terdengar suara pintu kayu terbuka, lalu langkah kaki mendekat. Dengan sabar Bagas menunggu sosok yang dia yakini adalah Mbok Marni. Pria itu tersenyum kala melihat sosok wanita tua tersebut. "Selamat sore, Mbok!" sapa Bagas. "Sore, Den. Ada apa kok sesore ini baru mencari saya?" "Duduk sini dulu, Mbok!" pinta Bagas sambil menepuk sisi kosong di sampingnya.
1033.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 804 fois en tant que makam mbah muqoyyim
Read
+Librairie
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Duag, duag, duag Duag, duag, duag Apa yang Mang Ayep pikirkan ternyata benar, suara itu muncul kembali. Suara pukulan dari luar yang memukul pintu besi itu dengan sangat keras. “Bener, ieu mah demit sakola anu keur ngaheureuyan urang, (Benar, ini adalah demit sekolah yang sedang mengerjaiku,)” kata Mang Ayep. Mang Ayep hanya berdiri di belakang pintu itu tanpa melakukan apapun, dia hanya mendengarkan suara pukulan itu yang terdengar sangat nyaring disana.
9.631.0K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.2K fois en tant que makam mbah muqoyyim
Afficher les avis (22)
Read
+Librairie
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Lire tous les avis
Dernier
1234567
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status