Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Mau Kamu di Kamarku

Aku Mau Kamu di Kamarku

“Selamat siang.” “Siang mister!” Tap. Kepala Aluna mendunga setelah mendengar suara bass masuk kegendang telinganya. Matanya yang tadi sudah sayu ingin masuk ke dunia mimpi langsung membulat. Jelas saja, karena yang dia lihat sekarang berdiri di mimbar dosen sungguh membuat jantung ingin copot. “Daffin!” ***
1021.7K viewsCompletedAdded to Library 627 Times as makam mbah muqoyyim
Read
+Library
Aku Kamu dan Takdir

Aku Kamu dan Takdir

Masih meraba raba masalah apa yang sedang dihadapi sahabatnya saat ini tiba-tiba. Krriingg... Krriingg.. Ponselnya berbunyi, ibunya mengirim pesan sebelum sampai ke rumah Miya disuruh membelikan kue kudapan dua porsi dulu walaupun arah rumah dengan toko kue berbeda. Awalnya Miya menolak dengan alasan arah toko berlawanan dengan arah pulang ke rumah tetapi dia pasrah nurut karena ibunya ngomel panjang lebar terlihat dari pesan yang terkirim berikutnya setelah dia beralasan.
9.86.4K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as makam mbah muqoyyim
Read
+Library
Disangka Masih Hilang Ingatan

Disangka Masih Hilang Ingatan

Dia juga seperti kebingungan. "Ehm!" dehemku. "Oh ya, Mbok. Aku asal daerah mana? Kita satu kampung dong?" tanyaku dengan nada standar sambil mengelapi piring supaya cepat kering. Mbok Mun menoleh. Dia nampak sedang mengatur pernafasan. Mencoba tenang. Lalu ia menjawab. Sudut mata ini memperhatikan. "I-iyo, kulo karo sampeyan asli orang Sumenep-Jawa Timur," jawab Mbok sambil meraih pisau. Sepertinya ia hendak memotong sayuran.
1029.7K viewsCompletedAdded to Library 950 Times as makam mbah muqoyyim
Read
+Library
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

"Mereka yang mengejar kalian tmungkinidak akan menemukan tempat ini, setidaknya untuk sementara…" Pondok itu sederhana tapi nyaman. Dinding kayunya dihiasi ukiran-ukiran kuno, dan berbagai ramuan serta benda mistis tertata rapi di rak-rak. Di tengah ruangan, terdapat tungku kecil dengan api yang menyala terang tanpa kayu bakar. "Duduklah," Mbah Joyo menunjuk ke bantalan-bantalan yang tersusun di lantai. "Ceritakan padaku bagaimana kalian mendapatkan kekuatan itu."
10595.4K viewsCompletedAdded to Library 17.3K Times as makam mbah muqoyyim
Read
+Library
Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Fokusku sekarang adalah Bang Jo. Setelah Bang Jo benar-benar sadar dan siap untuk diruqyah lagi, persiapan pun dimulai. Bang Jo duduk dengan memegang kantong plastik. Pak Haji Sobri membacakan surat-surat di Al-Qur'an untuk memulai kegiatan meruqyah Bang Jo. Plastik itu digunakan jika Bang Jo merasa mual dan mau muntah.
1058.6K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as makam mbah muqoyyim
Read
+Library
Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

“Tolong ambilkan hape saya. Saya mau dengerin murotal.” Sebenarnya Mei ingin membaca Al Quran. Mei yakin, Al Quran akan membantunya sembuh lebih cepat. Setidaknya mengembalikan kemampuan otaknya agar bisa mengumpulkan serpihan ingatan. Dengan keadaannya saat ini, ia tidak mungkin mungkin melakukannya. Mendengar murotal bisa jadi pengganti. Ia menyukai suara merdu Muzammil Hasbalah. Ia bisa istirahat sambil mengaji bersama qari yang jadi idola anak muda itu.
1044.9K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as makam mbah muqoyyim
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Tepat di tengah pusat desa, terlihat batu besar setinggi belasan tombak yang seolah mirip paku raksasa menancap di tanah. "Jadi itu Pasak Keabadian...? Aku bisa merasakan nafas Dewa dari dalam Pasak itu...Jangan-jangan..." Sukma terus melangkah mengikuti Ki Sabrang dan warganya menuju ke Pasak Keabadian. Sesampainya di depan Pasak Keabadian yang merupakan batu setinggi lima belas tombak itu, Sukma Geni terdiam. Kedua matanya nampak berkilat ungu.
8.962.6K viewsOngoingAdded to Library 1.6K Times as makam mbah muqoyyim
Read
+Library
Tawanan Tuan Kama

Tawanan Tuan Kama

Hangat yang di hasilkan kini terasa lebih stabil. Kama bangkit dan masuk ke dalam pondok kayu, ia lupa sesuatu. Tak selang lama, Kama membawa tiga cangkir yang menguaran aroma yang sama. Aroma khas kopi yang di panggang dengan sempurna, hasil bumi dari warga desa.
634 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as makam mbah muqoyyim
Read
+Library
Takdir Yang Membawamu

Takdir Yang Membawamu

Mereka bertiga adalah tetanggaku sekaligus juga jemaah di mushola yang berbeda RT. Salah satu dari lelaki yang berwajah muram itu melihat kedatanganku, dengan langkah yang sedikit gontai ia berjalan mendekat ke arahku. Dia orang lainnya mengikuti gerak pandangnya dan menoleh menatapku. Aku pun mendekat, dengan masih menyimpan harapan bahwasanya ibuku masih baik-baik saja. "Pak ...." Aku sudah hendak bertanya. Namun pertanyaan ku disela oleh salah satu dari mereka yang merupakan ketua RT. Namanya adalah Pak Bambang. Pak Bambang sudah tepat berada di hadapanku sekarang.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 175 Times as makam mbah muqoyyim
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status