Melati di Kubangan
Rifvaltangan berdarah darah di lantaitetesan darah di lantaisepasang sepatu tuaarti tatapan teduh pria
"Ah, pokoknya, Om turut saja perkataanku."
'Baiklah, Sayang. Kalau kau bilang begitu, tentu aku menurut.' Jamal menyahut tertawa.
Ratih lalu bangkit berdiri. Berjalan ke kapstok di sudut kamar sambil melepas kancing bajunya.
"Aku merasa gerah, hendak mandi. Om sebaiknya cepat keluar. Sebentar Ibu mungkin kembali dari ruang depan."
Beliebte Kapitel