Kita yang Terlambat Jatuh Cinta
"Aku lagi... overthinking. Menganalisis segalanya."
"Analisis soal kita?" tanya Gisel.
Ezra mengangguk, menatap meja marmer di depannya, lalu mengalihkan pandangan ke Gisel. Rambutnya yang tergerai sempurna, jari-jarinya yang memainkan gelas anggur dengan anggun, posturnya yang penuh percaya diri—Gisel adalah definisi keanggunan, seperti berlian yang diciptakan untuk dunia ini, dunia yang perempuan itu dan Ezra tempati. Samsara, dengan luka batin dan kesederhanaannya, tak akan pernah cocok di sini. Tapi Gisel... dia begitu memukau, begitu sempurna.
Hot Chapters