Pelakor Itu Pembantuku
“Mel, kamu menangis? Ada apa, Mel? Ada masalahkah? Di mana Mala? Kalau kau menangis, pasti dia juga sedang menangis. Karena baginya, kebahagianmu adalah yang nomor satu. Jika kau bahagia, maka dia akan bahagia. Sebaliknya, jika kau menangis, dia pasti udah ngguling-ngguling karena sedih. Di mana Mala, Mel? Kenapa aku enggak bisa menelponnya dari tadi?”
“Kau bisa datang secepatnya, Mas?”
“Bisa! Tapi bilang dulu, di mana Mala sekarang?”
“Benar yang kamu bilang, jika aku sedih, dia juga sangat sedih. Dia sedang menangis di kamar mandi toko. Cepat datang! Jemput Malamu, Mas! Tapi, jangan bilang, kalau aku yang menyuruhmu datang untuk menjemputnya!”
Sikat na Kabanata