Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
2nd (second)  Destiny

2nd (second) Destiny

Bahkan kemeja putih dan jas yang Samuel pakaipun sudah berbau anyir dari darah Levina tapi tersamarkan oleh bau parfum mahalnya. "Maaf aku terlambat," lirih Sammuel sambil menaruh gelas berisi lilin aroma terapi. "Maaf juga hadiahku sedikit kotor," lanjutnya dan memandang nanar gelas lilin aroma terapi yang sudah berlumuran darah yang sudah mengering itu. Sammuel mengambil lighter disaku celananya dan menyalakan lilin itu tanpa sengaja meneteskan air mata.
1014.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai malam lilin
Baca
+Pustaka
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Ratu terlihat sangat ketakutan. “Mana anakmu??” teriak panglima perang Kerajaan Bahara, sambil menunjuk ke arah ratu. Ratu Neda hanya bisa diam seribu bahasa dengan deraian air mata yang membasahi pipinya. Para dayang pun merasa takut. Prajurit penjaga dengan sigap langsung melindungi ratu dari berontaknya Pasukan Bahara yang berhasil masuk ke kamar ratu. Berkali-kali mereka mencoba mencari seorang bayi, namun nihil. Bayi itu tidak juga ditemukan. Bahkan niat awal mereka mencari batu kristal terlupakan. Mereka beralih fokus untuk mencari seorang jabang bayi. Mereka tidak menemukan jabang bayi jua. Tanpa sengaja salah seorang pasukan Bahara melihat ke luar jendela istana. Tampak sebuah delman
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai malam lilin
Baca
+Pustaka
MALAM PENEBUSAN

MALAM PENEBUSAN

Tidak akan ada yang tahu apa yang perempuan itu lakukan di pemakaman umum malam-malam. Malam Jumat Kliwon di ambang pertengahan malam tepatnya, di saat hampir semua orang terlelap dalam buaian alam tidur, sayup-sayup terdengar langkah seseorang menjejak tanah yang becek dan licin. Percikan air seketika menciprat begitu perempuan itu mengenjak terburu-buru menuju suatu tempat. Beberapa kali berhenti, lantas melanjutkan perjalanan dengan langkah terseok-seok.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai malam lilin
Baca
+Pustaka
Terjerat Hutang Mr. Arogant

Terjerat Hutang Mr. Arogant

Laila merogoh ke dalam tas nya, mengambil sesuatu dari sana yang ternyata amplop cokelat yang sebelumnya diberikan oleh Lina. “Laila kembalikan ini pada Mama. Maafkan saya, saya tidak bisa menerimanya. Dan saya tidak bisa meninggalkan Mas Malik dan merelakannya untuk wanita yang sedang duduk di bawah itu. Maaf, Ma.” “Ch.. Berani sekali kamu. Jelas uang ini tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang Malik miliki. Dengan berada di sampingnya, tentu saja kamu akan mendapat umpan yang lebih besar. Bukan begitu?”
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai malam lilin
Baca
+Pustaka
Mimpi Kelam Lilian

Mimpi Kelam Lilian

Dan saat mereka tiba di sana, Lilian sedikit terkejut karena di dalam kamar Jaden telah terpasang beberapa lilin aromaterapi yang telah memenuhi ruangan itu dengan harum lembut yang menenangkan. "Surprise ...," ucap Jaden kemudian. Ia meraih cangkir Lilian dan meletakkan juga miliknya di atas meja kecil di samping ranjang. "Apa ini?" tanya Lilian. Antara takjub dan juga terkejut bercampur menjadi satu. "Malam ini aku akan memanjakanmu," ucap Jaden sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia membimbing Lilian untuk naik ke atas ranjangnya.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai malam lilin
Baca
+Pustaka
Pria Sampah Tak Terduga

Pria Sampah Tak Terduga

Dulu, Gusti Prabu Sumantri sering mengunjungi kota Lilin yang terkenal dengan ciri khas Lilin aromanya, yang membuat siapa pun akan merasa tenang begitu menghirup aromanya. Tahun itu, di kota lilin, ada banyak anak perempuan yang terlahir di sana, seperti yang di ketahui sebelumnya, Gusti Prabu Sumantri memiliki sebuah kelainan yang menyukai seorang gadis kecil lebih dari siapa pun.
9.4196.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai malam lilin
Baca
+Pustaka
Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif

Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif

Liza bingung, "Ada masalah?" "Nggak ada masalah. Aku hanya merasa baumu sangat unik." Liza tidak menangkap maksud Linda. Dia mengangkat dagu dengan bangga, "Ini merek orisinal yang sangat eksklusif, orang biasa nggak akan mengenalinya. Nggak disangka kamu begitu berpengetahuan dan punya indra penciuman yang tajam." Linda menggigit bibirnya, "Bu Malik, bolehkah aku bertanya, seri apa yang kamu pakai?"
9.6662.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.5K kali sebagai malam lilin
Tampilkan Ulasan (167)
Baca
+Pustaka
Junn_Badranaya
"Ya, itu sudah pasti. Pantang bagi Ronald Albert untuk lari dari kenyataan," katanya penuh percaya diri. "Tapi kita belum tahu siapa orang itu, Tuan. Bagaimana kalau dia mempunyai niat yang buruk terhadap Anda?" James terlihat khawatir. Dia takut sesuatu tak diinginkan menimpa majikannya. "Apakah
Rince MR
dengan membeli koin adalah salah satu kita menghargai dan hasil karya seseorang,tetapi ngg juga untuk dijadikan bisnis seperti ini dgn cerita yg dipanjang2kan bertele2,satu halaman sj harus Nebus 14 koin padahal sbnrnya karya novel ini walaupun detil masih bs TDK semahal ini tolong jgn kemaruk
Baca Semua Ulasan
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

Malam ini, gadis itu tampak menggairahkan dengan mengenakan lingerie berwarna merah sangat kontras dengan kulit putih mulusnya. Sudut bibir pria itu terangkat melihat penampakan didepannya, ada kepuasan dalam hatinya melihat hasil kerja kepala pelayan yang dimintanya untuk menyiapkan gadis itu malam ini. Tanpa mengeluarkan suara dia berjalan mendekati ranjang, matanya memindai seluruh tubuh gadis itu. Perlahan tangan besarnya mulai menyentuh paha. “Siapa itu? Berhenti! Jangan menyentuhku!” suara teriakan gadis itu terdengar.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai malam lilin
Baca
+Pustaka
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

“Baiklah. Meski hanya minum sedikit, tetap saja ada alkohol di dalam tubuhmu, jadi menyetirlah perlahan, okay?” Claire mengangguk, sedikit gugup karena perhatian Levin. “Thanks!” Levin menatap mobil Claire yang menghilang di kegelapan malam. Jika ada taksi, ingin rasanya Levin mengikuti mobil Claire, sayangnya disini tidak ada taksi sama sekali. Terpaksa, Levin harus memesan taksi via online dan itu memerlukan waktu. Damn! ***
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai malam lilin
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Viva Oke
klo Levin sekarang udh GK bisa celap celup ke sembarang wanita berarti bagus dong.. itu pertanda Levin harus tobat dan setia pada Claire wanita yang sudah membuatnya tergila-gila. semoga Levin bisa segera meluluhkan hati Claire.
ChiekAL
wuahhh kok aku curigeees yaaa ini perubahan mood Claire juga makannya ada sesuatu yg bewuahhh kok aku curigeees yaaa ini perubahan mood Claire juga makannya ada sesuatu yg bertumbuh diperutnyaaa astagaaaa kenapa aku yg tetibaa hororrrtumbuh diperutnyaaa astagaaaa kenapa aku yg tetibaa hororr yaaak
Baca Semua Ulasan
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Ini hanyalah permulaan.” Lila memandang ke bawah, melihat simbol misterius yang kini bersinar merah di lantai. Simbol itu tampak seperti lingkaran penuh dengan pola-pola rumit di dalamnya—gambar bulan, bintang, dan bayi yang terbungkus kain. “Nenek buyut bilang perjanjian ini sudah dihancurkan,” gumam Lila, matanya tidak lepas dari simbol itu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai malam lilin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status