Tamu yang Tak Diundang
Tadi kami mampir dulu ke toko mainan buat beli kadonya Starla, eh nggak tahunya malah kejebak macet.
"Nggak kok. Rin, ajak Malik ke sana buat gabung, pasti dia suka. Itu banyak mainan anak-anak," titah Bu Resa pada wanita muda itu. Oh, jadi namanya Rin, entah rin siapa. Namun setidaknya aku sudah bisa memanggilnya. Mbak Rin, atau Rin saja.
Malik bersembunyi di belakang tubuhku. Ia memang tidak akan mau dengan orang asing kalau belum kenal baik.