Petaka Mendua
Aku menatap sesaat wajah mereka, kemudian menatap kembali wajah Ibu dan Bapak.
"Saya bukannya menolak, hanya saja, saya malu. Status saya sebagai janda, tentu membuat kalian juga, akan malu."
"Kata siapa? Itu tidak benar Aisya." Pak Ustadz menyahuti perkataanku. "Di dunia ini, tidak ada wanita, yang bercita-cita jadi janda, termasuk kamu! Jadi, untuk apa kamu malu?" lanjutnya.
Sikat na Kabanata