Pembantu Rasa Nyonya
Termasuk irisan buah zaitun dan daun basil, memantapkan rasa Italy.
Matanya membelalak, dan langsung memunculkan seluruh badan. Kemudian mendekatiku sambil senyum-senyum. Sepertinya air liur mulai menuntut untuk dipuaskan, terlihat dari lehernya yang bergerak naik-turun.
“Amelia mau....” Matanya mengerjap dengan tatapan memohon.
“Katanya tadi belum lapar.”
“Kan tadi, Ma. Sekarang ada makanan lezat, ya ceritanya lain,” serunya sambil mengambil piring kosong dua, dan di letakkan di island table.