Terpaksa Menjadi Istri Kedua, Ternyata Suamiku Mencintaiku
Mamahnya telah melakukan apa yang tidak bisa ia lakukan, memberikan Putri sedikit kebahagiaan tulus.
“Udah, udah, ayo dicicipi dulu makanannya,” kata Ibu Sonya.
“Iya, Bu,” jawabku, berusaha tersenyum.
“Eh, panggil Mamah, ya,” Ibu Sonya menegaskan.
Aku terdiam, merasa tidak pantas. “Sepertinya itu tidak pantas, Bu. Saya hanya orang biasa...”
“Ets,” potong Ibu Sonya lembut, tapi tegas. “Pokoknya mulai sekarang, kamu anak Mamah. Jadi Angga ataupun kamu itu sama-sama anak Mamah. Jadi panggil saya Mamah. Ayo.”
Hot Chapters