Dokter Tampan Pemikat Wanita
"Yah, kita sebagai manusia cuma bisa berharap yang terbaik. Enggak tahu Tuhan bakal pilih yang mana. Terbaik buat kita versi Tuhan kan enggak bisa diprediksi."
Bentar, dia bicara apa barusan? Beneran sebuah diagnosis, atau berlagak bijak?
"Ngomongnya enggak bisa dialusin lagi, Mas Anan?" Teguranku semata karena melihat air muka Aya berubah pias.
"Ada versi implisit, Mas, tapi enggak enak. Mending versi eksplisit, bisa ngebayanginnya." Candaan Mas Anan sama sekali enggak lucu.