Tergoda Pesona Ibu Mertua
Udara malam terasa dingin setelah hujan semalam.
“Sudah pukul sembilan, Bang. Satu jam lagi Rina datang,” kata Pak Jamal, menyesap kopinya.
“Iya. Aku sudah tidak sabar,” jawab Pak Bambang, tersenyum lebar.
Pak Jamal merapatkan duduknya. “Aku mau bicara jujur, Bang. Aku mau ikut bergabung. Aku juga mau nyobain Rina.”
Pak Bambang menatap Pak Jamal. “Aku nggak bisa memutuskan sendiri, Mal. Itu terserah Rina nanti. Aku sudah berjanji dengannya. Kalau dia mau, ya kita bagi-bagi.”