Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM

DENDAM

Dendam Part3 Semua pelayat pun telah pulang ke rumah masing-masing, aku memapah Ibu mertua yang tidak mampu berdiri. Tubuhnya lemah, teramat lemah, ia bahkan seolah hilang tenaga.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 492 kali sebagai mandiri
Baca
+Pustaka
Sang Abdi

Sang Abdi

Udaranya sejuk sebagaimana kesejukan yang terasa di seluruh desa di kaki bukit itu. Pintu pondok dibiarkan tak terkunci ketika Kirana memasukinya. Isi pondok berupa satu ruangan tanpa partisi. Di bagian depan ada karpet yang terpasang di lantai untuk duduk bersantai. Di bagian dalam ada meja kayu pendek tanpa kursi yang tingginya sekitar setengah meter. Di sisi belakang ada dapur. Dari bagian tengah itu ada tangga kayu untuk naik ke kamar loteng. Kamar itu tanpa dinding hanya memiliki pembatas berupa railing yang menerus dari sisi tangga ke sana. Di atas sana ada tempat tidur ukuran double.
9.3211.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai mandiri
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Ida
Aq penggemar tlsan2 frank Walau ada benang merah dlm smua tlsan2 nya Tpi setiap crta nya mempunyai setting latar cerita yg psti berbeda Disamping itu dia mengajak pembaca nya utk tidak membaca cepat Sbb plot twist cerita nya sangat kental Semangat frank
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Dicintai Kakak Ipar

Dicintai Kakak Ipar

“Insyaallah nanti malam.” “Ya sudah hati-hati.” “Iya, Ma. O iya, aku mau tanya, Ma.” “Tanya apa?” “Sekolah Dasar Islam terpadu Mama apa namanya? Cabangnya ada di mana saja?” “Ada tiga jenjang, Sayang. SD, SMP, dan SMA. Nama yayasannya Roudhotul Jannah. Uncle Firman yang ngurus. Pusatnya di Jakarta tempat kamu dan Erland sekolah dulu. Cabangnya ada di Bandung dan Semarang, emangnya kenapa?”
1085.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai mandiri
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
edward
rosak ceritanya setelah mati baru suka pengorbanan elah muslihat doang ngak usah masuk penjara biar makin dekat sama erland..liat aja tadi bayinya mau mati masa jadi suka ingat bodoh plin plan kayak penulisnya..ngak benar rosak tapi bagus ceritanya hahahaha tolong kak jangan plin plan fokus aja.
Alif Sarjana
rasanya sih erland senjata makan tuan bilang erina penghianat ngk mahu kata keledai tapi still suka sama dia harusnya sekalian tu aruna maafin bukan kerana aida..baru pas omongannya kalu lu masih suka sama erina..karakter ambigu gak jelas hala tujuan ceritanya..padan muka aida jadi kek gitu
Baca Semua Ulasan
100 Hari Menjadi Istri Pengganti

100 Hari Menjadi Istri Pengganti

Nirmala dan Mega saling berbicara sambil menaiki anak tangga itu. Tak terasa, mereka sampai di depan kuil. Wangi dupa begitu menusuk hidung. Burung merpati terlihat beterbangan di pelataran. Pantas saja kuil ini dinamakan kuil Merpati Putih, karena ada banyak merpati di sini. Ratu dan Anindiya sedang khidmat berdoa dipimpin seorang kepala kuil wanita. Mega masuk ke dalam kuil dan duduk berdoa di belakang mereka.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai mandiri
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Istri yang Terbuang

Bangkitnya Istri yang Terbuang

Menantikan Ia mengucap kalimat sakral itu dalam satu tarikan napas. Sementara di ruangan lainnya, Citra yang ditemani oleh Maira, Syadea dan beberapa sahabatnya merasa tegang. "Bismillahirrahmanirrahim, saudara Boy Brandon Mahendra, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya bernama Citra Andini dengan mas kawin perhiasan emas seberat dua puluh lima gram dengan seperangkat alat solat dibayar tunai."
1053.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai mandiri
Baca
+Pustaka
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

“Ini yang terakhir?” tanya Ayu, sambil melangkah turun dari mobil, lalu memandang bangunan yang ada di depannya. Bangunan besar yang berbentuk seperti gereja dengan menara dan desain ala Eropa berwarna kemerahan. Tapi Ayu tidak membaca nama gereja pada papan nama yang tertempel di gerbang. Papan nama itu bertuliskan Akarui Hizashi, yang kurang lebih berarti sinar matahari yang terang.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 580 kali sebagai mandiri
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

BAB 12 “Sebentar lagi kita sampai,” ujar Kyai Mahendra, suaranya tenang namun penuh wibawa. Ratna mengangkat wajahnya. Di depan sana berdiri sebuah pondok pesantren di lereng gunung sederhana tapi kokoh.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai mandiri
Baca
+Pustaka
MENANTU MUSUHKU

MENANTU MUSUHKU

“Saya datang untuk mencari sesuatu. Ayah pernah meninggalkan kunci dengan nama Adinegara 2. Apa Anda tahu artinya?” Penjaga itu berpikir sejenak. “Adinegara 2… tunggu. Itu bukan proyek, tapi ruangan penyimpanan dokumen di vila lama keluarga Mahendra. Saya pernah mengantarkan berkas ke sana dulu. Hanya dua orang yang punya akses—Pak Arman dan Tuan Rendra.” Delia menatapnya dengan mata melebar. “Vila Mahendra?”
594 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai mandiri
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

pintu ditendang keras, dan melempar barang. Bams telah merencanakan untuk melangsungkan pernikahan antara Andre dan Ruby, setelah itu Bams meminta agar Andre tinggal di luar negeri untuk menjalankan bisnis keluarganya. Malam ini di sebuah gedung mewah dengan nuansa putih, pernikahan mereka akan dilangsungkan dengan intimate wedding hanya dihadiri keluarga terdekat.
810 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai mandiri
Baca
+Pustaka
Sang Dewi

Sang Dewi

"Apa lagi semenjak terkena hukum langit akibat turun ke bumi menyelamatkan Larasati, dia membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan diri dengan melakukan meditasi di Taman Asmaradahana." "Kau yakin yang ada di Agnicaya benar-benar Dewa Mandala sendiri, bukan Rara Kinasih?" Shima Dahyang memiringkan kepala, meski matanya melirik Rara Kinasih. Pun Randita mengangguk. "Tentu saja, Dewi Agung."
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai mandiri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status