Pendekar Pedang Gila
Wajah pucat, tapi terukir senyuman tipis dengan darah menyembur keluar dari mulutnya sampai membasahi dagunya.
Meng Rui terseok-seok merangkak mendekat di hadapan pangeran sambil menggenggam pedang pusaka.
“Pedangmu… sudah kuasah, Pangeran…” suaranya lirih, serak, nyaris tenggelam oleh gemuruh pertempuran.
Lalu tubuhnya roboh, bersandar di pangkuan Shen Liang. Matanya menutup perlahan, senyum itu masih tersisa di wajahnya.