Istri Super Jorok
Melihat raut wajahnya saat ini, pasti dia akan mengatakan sesuatu yang bijak.
"Apa yang Mas harapkan dari pernikahan ini? Bahkan kita tak memiliki kemajuan."
Aku terdiam. Apa yang aku rebah benar adanya, pertanyaan Marni membutuhkan jawaban mendalam. Tak cukup dengan satu alasan sederhana, banyak hal yang terkandung di dalamnya.
"Tidak ada, aku hanya menjalani pernikahan layaknya orang lain."
"Yang kutahu, orang lain tak seperti kita, Mas. Kita bagaikan dua orang asing yang disatukan dalam satu atap, sama-sama sibuk dengan diri sendiri. Bahkan kita tak layan disebut sebagai teman."