Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Gunung Tiga Maut

Pendekar Gunung Tiga Maut

Telinganya sebesar telinga kuda, hidungnya sama persis dengan hidung manusia. “Kalian akan menjadi mangsa kami yang sangat lezat!” kepala sebelah kanan berkata. “Benar. Sudah ratusan tahun kami tidak menikmati kepala manusia. Apakah rasanya masih sama? Hahaha!” kepala sebelah kanan menimpali, lalu tertawa lagi bersama. “Lalu jika kami menolak, bagaimana?” Danu sengaja memancing agar lebih cepat apa yang akan terjadi.
1025.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 722 kali sebagai manusia hidung babi
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Kam Pret
Danu, lanjutkan perjalananmu sampai kau benar-benar menemukan Diana. Semoga kisahmu menjadi teladan untuk pemimpin-pemimpin yang tengah bejat. Amin. Permata, nanti jika kamu mendapatkan sebuah pilihan, yaitu meninggalkan Danu atau Diana, aku yakin kamu tidak akan memmilih keduanya. Kamu hebat.
Baca Semua Ulasan
Istri Pengganti Suami Buta

Istri Pengganti Suami Buta

Dia juga tidak bisa menggambar alis seperti Gaby, itu sebabnya dia tidak memiliki alis dan masuk ke dalam jajaran bisa melihat hantu setelah cukur alis. Tangan Rania dengan tidak sopannya berjalan menurun menyentuh hidung Abrisam yang mancung. Rania malah memencet hidung itu sebanyak dua kali dan menggigit bibir bawahnya agar tawanya tidak pecah. Kapan sih dia memiliki hidung mancung seperti Abrisam? Kenapa hidungnya sangat berbeda?
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai manusia hidung babi
Baca
+Pustaka
Aibku Ditukar Dengan Madu

Aibku Ditukar Dengan Madu

Begitupun Arfaaz yang merasa kecewa dengan Naina yang tak bisa dipungkiri dari ekspresi wajahnya "Ma, apa benar bahwa Keenandra itu anak haram?" tanya bocah kecil itu lagi dengan polos. Arindi segera menggeleng cepat "Tidak ada anak haram di dunia ini Keenan. Setiap bayi yang dilahirkan itu suci," jawab Arindi. "Tetapi Keenan mau disini saja sama Mama," pintanya lagi. Dan Arindi mengangguk. Ia pun tak rela jika ada sesuatu hal yang tidak di inginkan kembali terjadi kepada Keenandra.
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 526 kali sebagai manusia hidung babi
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Manusia

Suamiku Bukan Manusia

“Berarti ... k—kamu sekarang bukan manusia, Mas? Kamu bohong, katanya kamu masih hidup ... tapi kenapa hidupmu tergantung dari kalung itu? Itu artinya kamu bukan manusia, Mas! Kamu hanya sedang berperan menjadi manusia. Kamu bukan manusia betulan! Ternyata benar kata Risma, bahwa kamu pembohong! Kamu menipuku dengan kata-kata dan sikap manismu yang seolah-olah berubah menjadi lelaki yang baik. Tapi ternyata kamu membohongiku! Ak—aku jadi takut padamu, Mas ... ternyata suamiku bu—bukan manusia!” "Lita, ini tidak seperti yang kamu pikirkan! Ah ... sudah kubilang jangan banyak bertanya, kamu malah bertanya terus, jadinya aku harus menjawab." Mas Burhan langsung panik melihatku yang ketakutan da
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai manusia hidung babi
Baca
+Pustaka
JILBABER JUGA MANUSIA

JILBABER JUGA MANUSIA

Tidak disangka, ternyata cukup dengan menghembuskan sedikit gossip cerita ngarang, semua menjadi kacau balau untuk Atika. Ternyata Atika tidak setangguh kelihatannya. Mudah sekali menghancurkan kepercayaan dan reputasi seorang jilbaber seperti dirinya. Yah, jilbaber, bagaimana pun tangguhnya, tetap manusia biasa. Hancurkan prinsipnya dengan menyentil sisi kemanusiaannya. Masa remaja yang mulai mengenal cinta monyet. Naluri sebagai manusia yang mulai memiliki rasa ketertarikan kepada lawan jenis.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai manusia hidung babi
Baca
+Pustaka
Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

Hidung lelaki itu, sangat mirip dengan hidung Wati. Wati mengalihkan pandang ke arah wanita di samping si lelaki. Wanita berambut kecokelatan dan bergelombang itu tampak cantik, dengan bentuk wajah yang mirip dengan Wati. Wanita itu memandang Wati dengan mata berkaca-kaca, sementara sebelah tangannya menutup mulut. “Ayah?” kata Wati serak. Spontan, Wati mengambil tangan ayahnya, lalu mencium punggung tangan itu.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai manusia hidung babi
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

"Ada tikus kecil yang masuk kandang macan rupanya. Sudah siap mati kau, Manis?" Aku mengangkat ujung bibir membentuk senyum seringai. Tiga macam melawan satu singa betina yang sedang kehilangan pejantannya. Siapa takut?
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai manusia hidung babi
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kau Bawa Pergi

Cinta yang Kau Bawa Pergi

Begitulah bayi tampan berhidung mancung itu dipanggil. Wajahnya duplikasi dari kedua orang tuanya. Alisnya yang tebal itu memang turunan dari Barra dan Delia. Hidungnya mirip sang papa, tapi bibirnya milik Delia. Namun tiap orang yang memandang menilai berbeda. Ada yang bilang mirip Barra, ada yang berpendapat mirip sang mama.
10182.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai manusia hidung babi
Baca
+Pustaka
Jodoh Pilihan Suamiku

Jodoh Pilihan Suamiku

Jiwa primitif-nya mengatakan jika manusia selalu berada di rantai makanan teratas. Jadi konyol baginya jika ia berakhir menjadi sajian lezat bagi para babi. Krreekk! kreekkk! Babi itu mendekat dan Fawaz merasa siap bertarung sekali lagi. Ia tidak mungkin melewati kehadiran babi itu. Fawaz tidak mau kalau babi itu menemui kawanan temannya yang lainnya. Fawaz memilih memutari pohon, berjalan sangat hati-hati dengan ranting runcing di tangannya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai manusia hidung babi
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Barata yang sudah memahami tentang Energi Kehidupan tidak bisa melewatkan kesempatan yang terbuka lebar ini. Seekor makhluk berbentuk babi dengan tiga tanduk di bagian kepalanya dan memiliki tubuh yang besar dua hingga tiga kali lipat lebih besar dari ukuran normalnya. Monster babi bertanduk ini sedang berhadap-hadapan dengan monster singa yang sama seperti dengan monster yang ada di Pilar Ilahi. Barata bersembunyi di antara semak dan pohon rindang. Dia mengamati kedua monster itu, dan dia merasa bila monster-monster itu memiliki tatapan mata yang sengit.
1058.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai manusia hidung babi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status