Baginda, Tuan Putri Merayumu
“Tidak perlu meminta maaf. Kalau kau tidak menyukaiku, itu memang karena kesalahanku.”
Margareth tetap membisu. Di kepalanya, ia curiga ini adalah permainan mental baru yang lebih kejam.
"Hamba akan membawakan teh hangat agar Anda tenang," ujar Margareth ketus, memutus pembicaraan.
"Terima kasih, Margareth."
Margareth keluar tanpa menjawab. Di koridor, ia bersandar di dinding dengan napas tersengal.
“Aktingnya terlalu sempurna,” pikir Margareth sambil menyeka keringat dingin. “Aku harus lapor pada Panglima Erion. Sesuatu yang mengerikan pasti sedang direncanakan wanita iblis itu.”
Hot Chapters