Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Kuikuti langkahnya sambil membawa botol infus dari belakang. Sesampai di depan WC ia segera beraksi. "Hueeek ..., hueeek!" Ia memuntahkan cairan berwarna putih karena dari kemarin sore belum terisi makanan. Usai muntah, Mas Abraham kembali ke atas ranjang pasien. "Singkirkan makanan itu Aku mau muntah mencium baunya." "Ini enak, lho, Fa. Rendang daging jarang-jarang kamu makan enak. Biasanya yang kamu makan tahu tempe telur, nah, ini mumpung ada daging makanlah."
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
GRAY LOVE

GRAY LOVE

“Aku itu putih, kamu itu hitam dan cinta itu abu-abu. Bisa aja sekarang kamu memilih hitam tanpa memedulikan putih. Tapi aku akan terus menawarkan putih dalam hatimu agar mengenal abu-abu. Yaitu, cinta.” - AF
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
Melupa Rasa

Melupa Rasa

"Saya cuma ingin menyesuaikan gaun saya dengan setelan Pak Abi supaya kita terlihat serasi. Apa warna kesukaan Pak Abi?" Abi tampak berpikir sebentar. "Hmm...putih. Seperti bunga Lily..." ucapan Abi terhenti sesaat ketika menyebutkan nama itu. Pikirannya melayang mengingat Lyan. Sementara itu pikiran Retania pun langsung melayang memikirkan gaun putih dengan desain apa yang bagus. Yang akan membuat mereka terlihat seperti pasangan pengantin sungguhan.
108.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
Pria 'Shift Malam'

Pria 'Shift Malam'

cetus Rey menyambung kalimat Usu Abulu. Abulu terlihat menghela nafas dan mengelus jenggotnya yang sudah putih semua. “Begitulah manusia…terlalu serakah, kalau kami asalkan makan dan minum terjamin, sudah cukup. Kami tak perlu bermewah-mewahan hidup!” sela Usu Abulu sambil persilahkan Rey minum kopi racikan ini, yang terasa agak pahit, tapi di katakan Usu Abulu punya khasiat khusus, tanpa sebutkan apa khasiat khusus itu.
1061.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

Nasib Dikelilingi Tetangga Julid

"Masa iya, Bu Tut. Kalau perak mah, nggak akan sekinclong dan sebagus ini bentuknya," bantah ibu itu. "Bu, emas mana ada warnanya putih gitu? Emas 'kan warnanya kuning!" "Eh, ada loh, Bu Tut. Emas itu ada yang warnanya putih." "Seumur-umur, saya nggak pernah lihat emas warna putih, Bu! Yang ada warna kuning. Saya tau karena saya punya banyak di rumah," ucap Bu Tut sombong.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku

Sagara mengangkat alis, lalu dengan suara tenang menjawab, “Kalau begitu… krem bagus. Kamu kan lebih suka menghindari warna gelap.” Latisha menggigit bibir bawahnya, matanya kembali berpindah ke gambar sofa. Ia mengernyit, menimbang-nimbang. “Hmm… tapi abu-abu kelihatan elegan juga ya.” Sagara tersenyum tipis, seolah sudah menduga. “Jadi kamu mau abu-abu?” “Ya, abu bagus. Kita ambil yang warna abu-abu ini aja ya, Pak.” Suaranya mantap kali ini, seperti baru saja mengambil keputusan besar.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

“Sayang, permintaan maafnya gimana?! Masakan Mas? Aglio olio kamu?” “SAYANG! AGLIO OLIO KAN EMANG BAHAN UTAMANYA BAWANG PUTIH! CINTAAAAAA!!!”
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
Lima Jari Playboy

Lima Jari Playboy

Dia memang seputih, sesuci, dan seharum melati. Aku juga baru sadar jika Jasmine memang lebih senang mengenakan baju putih atau krem. Misalnya saja seperti saat ini. Tubuh mungil langsingnya dibalut dengan gaun Sabrina putih selutut. Aku sanksi jika dia mengenakan baju seperti ini selama membantu orang tuanya di restoran. Jikalau dia hari ini mengurusi kasir, rasanya terlalu berlebihan jika berpenampilan seperti ini.
9.320.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 572 kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
Penyesalan Mantan Suami dan Mertuaku

Penyesalan Mantan Suami dan Mertuaku

Mas Hakim menurut. Setelah membayar semua gaun, kami melanjutkan perjalanan. Mas Hakim benar-benar membawaku ke satu tempat yang belum pernah kudatangi sebelumnya. Mob yang kami naiki perlahan berhenti di depan rumah besar bercat putih, warna favorit kami. Ya, aku dan Mas Hakim sama-sama menyukai warna suci ini.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
Kali Kedua

Kali Kedua

Dan aku segera memberikan anggukan kepala, "Sama El juga." Mas Rezky tersenyum semakin bahagia lagi, "Siap. Nanti, pasti, Mas pakai." "Yang warna putih ya Mas?" Mas Rezky terlihat terkejut dengan permintaanku, "Lho? Emang Nana kasih Mas berapa baju?" "Tiga." "Kok banyak banget?" Aku terkekeh. "Nanti malam, pakai kemeja yang warna putih, sama celana yang warna cream ya Mas?"
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 484 kali sebagai masa putih abu abu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status