Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Istri Idaman

Bukan Istri Idaman

"Iya, tolong ya, Mas. Kali ini jangan menolak. Please ... Sebagai rasa terima kasihku padamu, Mas." "Oke," sahutku menyetujuinya. Kuikuti mobilnya membelah jalanan, ternyata tujuannya adalah Cafe Clarissa. Caffe yang tengah hits dan viral saat ini. "Ayo, masuk, Mas!" ajaknya sembari tersenyum ramah. Aku mengangguk sembari mengikuti langkahnya. Duduk di sebuah meja cafe. "Mau pesan apa, Mas?" "Disamain aja deh kayak pesanan Mbak eh maksud saya Miss Merry."
10165.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai masalalu cafe
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Via
Ceritanya Bagus (。’▽’。)♡ Suka Sama ALur Cerita gini, Perempuan Berhak BAHAGIA daLam sebuah ikatan Pernikahan bukan Mendapat Tekanan Batin Dan Caci Maki dari Org yg seharusnya Membahagiakan yg disebut dg Suami T O P B G T kisahnya kaka (´ ▽`).。o♡
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Talak Aku, Mas!

Talak Aku, Mas!

Cafe itu belum pernah kami datangi berdua dan aku sedikit terkejut dengan tampilan cafe itu yang cukup terkesan modern tetapi masih ada sentuhan kuno yang membuatnya malah semakin menarik. "Kamu sudah datang?" tanyaku kaget melihat Dimas yang sudah duduk sambil tersenyum kepadaku. "Tentu saja. Memangnya sekarang yang kau lihat ini siapa?" gurau Dimas. Ah, iya benar juga, batinku. Aku lagi-lagi bersikap konyol yang membuatku malu sampai rasanya aku ingin sekali memukul kepalaku sendiri.
1075.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

“Maaf, maaf. Tapi aku kaget loh, Mas. Nggak nyangka banget Mas Adnan bisa alay gitu.” Jleb! Sebuah belati tak kasat mata menancap ke punggung Adnan. Kata-kata Cinta bak ujung belati yang menembus melewati dadanya. “Nih..” Cinta meletakkan tas berisikan kotak makan yang dirinya bawa ke pangkuan Adnan. “Jatah Mas Adnan dari Bunda,” ucapnya memberitahukan jika pria itu baru saja mendapatkan bagian sarapan yang dimasak langsung oleh tangan bundanya.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Kaya Setelah Diusir Mertua

Kaya Setelah Diusir Mertua

Cafe pelangi berada tak jauh dari kantor Mas Yuda. Pagi ini terlihat masih sepi pengunjung. Hanya ada beberapa meja yang terisi dengan sepotong roti bakar isi dan segelas kopi diatasnya. Menu sarapan terfavorite di cafe ini. Beberapa kali Mas Yuda pernah mengajakku ke sini. Aku melangkah masuk melewati pintu kaca. Mataku menyisir ruangan mencari keberadaan Elkan. Namun sepertinya dia belum datang.
9.8737.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28.8K kali sebagai masalalu cafe
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
hajar jameela
sudah baca hampir tamat, tapi oleh masalah bab terkunci tak boleh dibuka. saya ingat ada masalah pada good novel. jadi restart baru hingga novel ini terulang seperti sebelum baca. saya tidak ingat bab terakhir saya baca jadi saya tak dapat pilih no bab nya. kalau ada tajuk maby senang saya cari.
iyet sari
setiap bab nya terlalu sedikit paragraf nya, jdi gak puas, sedangkan bab yg terkunci sunggu banyak, misal: baru aja buka kunci bab 10, scroll dikit udh langsung nyampe bab 11 dan harus buka kunci lagi, saran saya meskipun banyak part yg dikunci, setidaknya setiap bab beri paragraf yg lebih banyak
Baca Semua Ulasan
Madu Suamiku

Madu Suamiku

Lalu Zahra menyimpan kembali ponselnya, lalu melangkah mantap keluar dari gedung Dirgantara Group menuju Resto & Cafe X yang terletak hanya dua blok dari kantornya. ​Suasana di dalam kafe bergaya kolonial itu cukup tenang, diiringi alunan musik jazz instrumental yang mengalun lirih. Di meja nomor 5 yang terletak di sudut agak remang, Melisa sudah duduk dengan anggun. Kacamata hitam bertengger di hidungnya, dan sebuah gaun merah marun yang mencolok membungkus tubuhnya. Di atas meja, sebuah tablet pintar tergeletak sengaja dalam posisi mati. ​Pintu kafe berdenting. Sosok Zahra melangkah masuk.
8.219.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 756 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
BUKAN IPAR SEMBARANGAN

BUKAN IPAR SEMBARANGAN

Kafe di sini buka sejak pagi dan menyediakan menu sarapan. Kami duduk di area yang sepi. Aku dan Mas Wisnu menghadap kayu yang bundar, sedangkan Papa Hutama duduk pada kursi rodanya. Mas Wisnu memesan dua kopi dan satu susu hangat untukku. Dia pun mengeluarkan dua amplop dari balik sakunya. “Ini hasilnya, Pa! Wisnu gak berani lihat karena takut Mama Rida baca HP Papa.” Mas Wisnu meletakkan dua amplop berlogo rumah sakit ternama itu.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Tunggu Pembalasanku, Mas!

Tunggu Pembalasanku, Mas!

"Siapa juga yang liatin Mas. Mas tuh yang liatin aku. Aku ini istri orang loh, ingat, enggak boleh naksir sama istri orang." "Iya, tahu kok." Mas kan cuma bercanda. Oh ya, kita makan dulu yuk! Kamu harus traktir Mas, anggap saja sebagai ganti rugi atas kejadian kemarin. Biar kamu gak merasa punya hutang lagi, gimana?" Aku pun menyetujuinya. Mas Ahmad lalu membelokkan mobilnya ke sebuah restoran. *** "Mir, ini sudah malam loh, kamu kenapa belum pulang?" Sebuah pesan dari Mas Hanif.
1034.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Neng Mas tampaknya overreacted saat mendengar cerita dari Salwa bahwa dirinya mendapat hadiah ulang tahun, sebuah apartemen. “Nanti kalau libur. Kita ke sana berdua! Kita bisa jalan-jalan juga. Um. Aku juga kepengen nyobain jadi barista di cafe si Mister. Kayaknya, seru deh bikin kopi gitu. Keren!!!” sahut Salwa sembari jari jemarinya asik mengetik pada layar macbook miliknya.
10146.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Ini Uangku, Mas!

Ini Uangku, Mas!

ucapku meletakkan secangkir kopi di meja. "Makasih, Mit," jawab suamiku sambil membuka sepatu. "Pa, ini." Tia meletakkan piring berisi dua potong pizza di meja depan mas Aga. "Pizza?" Mas Aga melotot. Tapi kenapa melotot? "Iya, Mas, tadi aku pesan pizza," jawabku. "Enak, Pa," sahut Tia. "Banyak uang kamu, Mit?"
1073.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!

AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!

tanyaku basa-basi sambil menyiapkan pesanan beliau. "Buat pekerja yang sedang merenovasi masjid yang sedang saya bangun, Mas. Alhamdulillah, saya diberi kelebihan rezeki sama Allah, bisa bangun masjid seperti ini. Makanya pagi-pagi gini saya nyari camilan dulu buat yang kerja. Kalau ada camilan kan kerjanya lebih semangat. Ada yang dikunyah-kunyah," sahut lelaki tua itu sambil tersenyum.
10228.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status