Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

“Ke Cafe D’Lebak kamu mau de?” “Iya mas.” Cafe D’Lebak berada di sebelah kiri jalan setelah Kampus Latansa, Alif sudah beberapa kali diajak Nurul untuk nongkrong disana. Cafe dengan konsep yang instagramable ini sangat diminati dan selalu ramai, terlebih saat menjelang malam. “Mas, jangan langsung pesen kopi. Kamu kan belum makan.” “Mas pesan roti bakar aja ya.”
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

Hingga tanpa terasa, kafe super bersih beraroma segar lemon itu mulai disesaki para muda-mudi yang menggilai komik. Jam memesan makanan dan minuman pun dibuka ketika semua pekerja paruh waktu Rimbu sudah siap di posisinya masing-masing. Dan seperti biasa, pengunjung bernama Theo yang selalu duduk di kursi nomor tiga puluh tiga di lantai dua, hanya mau pesanannnya diantar oleh Rimbu. "Ini yang seri keenam belom keluar?" Theo menunjukkan sebuah komik bersampul menyeramkan pada Rimbu yang baru saja datang mengantarkan makanannya.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Aku mempersilahkan mereka masuk. Dua mangkuk sup buntut dan dua piring nasi, Tertata cantik di piring keramik berwarna putih. Dua cangkir coklat panas. Dan beberapa makanan pendamping lainnya, mereka letakkan di atas meja. "Sayang. bangun, udah pagi ni." Setelah mereka pergi, aku membangunkan Mas Zaki Mas Zaki membuka mata perlahan-lahan. Tanpa sepatah katapun, Ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Story Adik Iparku di Akad Nikah Suamiku

Story Adik Iparku di Akad Nikah Suamiku

Hingga akhirnya aku melihat Masli sedang berjalan ke sini sambil memayungi wajah putihnya dengan kedua tangannya, sebab sinar matahari sangat menyengat kulit. “Masuk, deh. Acara mertuamu ada di ujung dekat kolam ikan. Ada Renita juga di sana. Tabitha biar aku yang pegang,” ucapnya setelah aku membuka kaca jendela, lalu menurunkan stroller dan meletakkan Tabitha ke dalamnya. Aku berjalan masuk ke dalam cafe, sementara Masli membawa Tabitha untuk melihat bunga-bunga di sebuah taman dekat pintu masuk.
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Janji Mas Ali

Janji Mas Ali

Ali mengangkat wajahnya perlahan, berusaha mengumpulkan keberanian yang sejak tadi terasa menciut di dalam dada. “Iya,” jawabnya akhirnya. Suaranya terdengar lebih mantap dari yang ia kira. “Aku menginap di warung Lastri.” Untuk pertama kalinya, Ali berani menatap langsung ke mata Subrata tanpa menunduk. Sesuatu yang selama ini tak pernah ia lakukan. Tatapan ayah dan anak itu saling bertemu dengan hawa panas yang memenuhi ruang tamu.
278 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Paman Billionaire

Terjebak Gairah Paman Billionaire

Dia pun bersikap tenang lantas menjawab dengan sedikit ragu. “Bo-boleh." Keduanya pun kembali makan, hingga Masayu menatap Malik yang sedang menyuapkan makanan ke mulut. “Sekarang kamu kerja apa?” tanya Masayu. “Aku kerja di pabrik, tapi hari ini memang sedang ambil libur,” jawab Malik lantas tersenyum. Masayu tiba-tiba merasa canggung dengan percakapan keduanya, hingga Celine rewel membuat Masayu buru-buru menggendongnya meski di sana ada sang pengasuh.
10102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Memergoki Suamiku Dengan Gundiknya

Memergoki Suamiku Dengan Gundiknya

Mas Tara mentoel daguku. Kami berjalan menuju ruang makan yang ada di lantai bawah. Aluna sudah duduk manis di kursi kesayangannya kala kami datang. "Baunya harum, kamu masak apa, Ma?" "Sambal teri dan goreng ayam, Mas." "Kamu tahu saja apa kesukaanku." Mas Tara segera mengambil nasi dan lauk. Dia tahu aku sedang kerepotan menyuapi Aluna.
1079.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Mendapatkan Hati Suamiku

Mendapatkan Hati Suamiku

tanya salah satu barista. “Oh ini Kak, saya mau nanya. Pernah nggak ada pelanggan di sini yang namanya Malik atau Anita?” “Malik? Anita?” Barista itu mengulangi perkataan Yudha. “Iya.” “Pak Malik adalah owner cafe ini Kak, dan Nyonya Anita adalah istrinya,” jawab barista itu. “Oh benarkah? Jadi ini cafe milik Malik?” Barista itu mengangguk. “Kalau begitu bisakah aku meminta nomor Malik ada urusan penting yang harus aku sampaikan,” pinta Yudha.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

tanya Cahyo saat baru pulang kerja dan menemukan istrinya sudah ada di dapur, sedang membuatkan susu jahe untuknya. “Tadi habis nonton, Mas.” segera disodorkannya cangkir berisi cairan putih pekat itu mendekat ke Cahyo. “Besok kamu libur kan? Aku mau ngajak kamu ke kantor.” “Ada acara apa, Mas?” “Ada relasi yang pengen ketemu sama kamu.” tidak ada tindakan lain selain hanya mengangguk untuk Yuni.
103.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
sew masitoh

sew masitoh

ucap Nuna sambil cengar-cengir. "Hati-hati kali, Non! Ini bukan tempat bermain." Andin menegur sahabatnya itu. Mereka bertiga masuk ke dalam hotel bintang lima yang di sana ada klub malam yang sangat mewah. Klub malam itu sudah disewa oleh Elsa untuk merayakan ulang tahun. Saat masuk ke dalam klub malam Elsa sudah menyambut mereka bertiga. "Ya, ampun. Akhirnya, Andin kamu datang!" seru Elsa yang berpura-pura baik.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status